Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin menyebut pihaknya tengah melakukan perangkingan kelurahan dengan kasus Covid-19 paling tinggi.
Naisyah menargetkan pendatatan tersebut rampung pekan depan. Setelah itu pihaknya akan melakukan Swab secara masif.
Saat ini pihaknya sudah menyediakan seribu uji Swab.
“Sudah itu kita akan rangking lagi RT dan RW-nya, jadi bukan mewakili. Kita mulai bergerak dari titik episentrum,” kata Naisyah di Posko Covid-19 Kota Makassar, Kamis, 27 Agustus 2020.
Menurutnya, selama ini, tracing pemeriksaan Swab hanya ditujukan kepada keluarga kerabat yang terpapar.
- Honda ST125 Dax Usung Mesin 125cc dan ABS dengan IMU, Bobot Hanya 107 Kg
- 81 Tahun Kejaksaan, Kejari Jeneponto Teguhkan Janji Kembalikan Kepercayaan Publik dengan Humanis
- Dapat Dukungan Penuh IAS, Ismail Aksa Siap Bergerak Pimpin Golkar Sidrap
- Bank Indonesia Sulsel Dukung Kajian IMTI 2026 untuk Memperkuat Pariwisata Ramah Muslim
- Bapemperda DPRD Sulsel Kunjungi PT Vale, Bahas Ranperda Pembagian Keuntungan Tambang
“Kita mau sekitarnya juga, pun kalau tidak semua paling kita sampling,” kata dia.
Naisyah berasumsi bila ada satu masyarakat yang positif Covid-19 di dalam rumah, maka secara otomatis semua akan ikut jadi positif. Pasalnya, Covid-19 adalah penyakit yang menular.
“Bila ada 1 positif maka seisi rumah akan di Swab semua,” ungkapnya.
Saat ini, kata dia, pihaknya fokus pada enam kecamatan pusat episentrum di Kota Makassar. Namun, delapan kecamatan lain juga akan tetap di rangking.
“Siapa tau ada RT atau RW yang juga tinggi populasi penularannya. Jangan sampai di situ lagi menjadi sumber,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
