Sidak Pasar Terong, Dinkes Makassar Pantau Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

Terkini.id, Makassar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar bakal rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar.

Pasar pertama yang dikunjungi adalah Pasar Terong. Dinas Kesehatan hendak memastikan takjil buka puasa aman dikonsumsi oleh masyakarat.

Pemerikasaan terhadap bahan makanan takjil seperti cendol, kolang-kaling, nata de coco, dan cincau dilakukan. Dinkes menggunakan lakmus dalam pengujiannya.

Baca Juga: Kerumunan Pengunjung di Pusat Perbelanjaan, Dinkes Makassar: Potensi Kasus Covid-19...

Lakmus merupakan kertas saring yang menjadi indikator pembeda zat. Pihaknya mengantisipasi adanya kandungan Rhodamin B dalam bahan takjil. Sebuah zat kimia yang kerap ditemukan dalam pewarna tekstil.

Plt Kepala Dinkes Kota Makassar, Andi Khadijah Iriani mengatakan pihaknya akan rutin melakukan pengawasan tiap bulan puasa. 

Baca Juga: Dinkes Makassar Sebut Peran Kesehatan Tradisional Ampuh Cegah Covid-19

Tujuannya agar masyakarat mengonsumsi takjil yang aman dari kandungan zat berbahaya.

“Kita khawatirkan itu mengenai kebersihan dan kesehatannya. Sekarang kita melakukan pengetesan terhadap potensi adanya zat berbahaya dalam makanan yang berbahaya bagi tubuh manusia,” ujar Iriani, Rabu, 14 April 2021.

Selain Rhodamin B, boraks kerap menjadi bahan dalam takjil tersebut. Padahal, kata Iriani, makanan yang mengandung zat tersebut bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Salah satunya, diare.

Baca Juga: Detektor Covid-19 Bakal Datangi Tiap Rumah Warga di Makassar

Sejauh ini, kata Iriani, pedagang di sejumlah pasar telah paham mengenai bahaya kandungan dari pewarna tekstil. Ia berharap mereka terus menjaga kesehatan dalam takjil yang dijajakannya.

“Para pedagang pasar di Makassar sudah lebih memahami masalah kesehatan. Jadi tidak lagi menggunakan zat berbahaya di dalam pengolahan makanannya,” tutupnya.

Dinkes Makasssar akan terus melakukan pengawasan selama bulan puasa. Total ada 6 pasar tradisional dan 9 pasar modern yang bakal menjadi lokasi pemantauan. 

Bagikan