Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Christ Wamea menanggapi pernyataan cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Guntur Romli yang menyinggung soal FPI versi baru.
Christ Wamea lewat cuitannya di Twitter PutraWadapi, Selasa 28 September 2021, menyindir tokoh NU itu dengan menyebut hanya komunis yang terus menerus mempermasalahkan FPI.
“Hanya komunis saja yang terus persoalkan FPI,” cuit Christ Wamea.
Dalam cuitannya itu, Chirst Wamea menyertakan sebuah link artikel pemberitaan berjudul ‘Sebut FPI Baru Lebih Berbahaya, Guntur Romli: Tujuan Mereka Hanya Menipu & Lakukan Pembohongan Publik!’.
Diwartakan sebelumnya, cendekiawan NU Guntur Romli mengaku yakin bahwa FPI baru dan FPI lama sama sekali tak ada bedanya lantaran keduanya berdiri atas restu Habib Rizieq Shihab (HRS).
- Christ Wamea Posting Foto Guntur Romli hingga Eko Kuntadhi: Virus Perusak Persatuan dan Kesatuan Bangsa
- Sindir Keras Erick Thohir, Christ Wamea: Bocah Ini Ambisi Jadi Capres sampai Mendadak Jadi Anak Soleh
- Sentilan Balik Christ Wamea ke Ruhut: Hanya PKI yang Tahu Cara Operasi Rahasia dari Anggota PKI Itu Sendiri
- Christ Wamea: Memang Hebatnya Ahok Itu Cuma Bikin Ribut dan Gaduh
- Masyarakat Disebut Senang FPI Dibubarkan, Christ Wamea: Hanya Masyarakat yang Berpaham Komunis Saja!
“Kalau kita baca berita pengakuan Aziz Yanuar yang bilang pada Januari 2021 setelah FPI dibubarkan, mereka memang menyatakan sudah mempersiapkan Front Persaudaraan Islam (FPI reborn). Tentu semua atas restu HRS, mau soal AD ART dan sebagainya. Hanya saja tidak ada nama HRS di sana,” ujar Guntur Romli dalam videonya yang tayang di kanal YouTube Cokro TV.
Selain itu, Guntur juga meyakini bahwa FPI baru tersebut akan lebih berbahaya dibanding FPI lama.
“Karena tujuannya utuk menipu, pembohongan publik, seolah-olah ini organisasi baru padahal persis yang lama, termasuk ideologi, kegiatan sama, tindakan juga bakal sama. Tak ada yang bisa membedakan FPI lama dan baru,” tuturnya.
Hal itu, menurut Guntur, lantaran FPI nyata-nyata mulai menipu publik dengan hanya memberikan bungkus baru. Padahal, kata Guntur, di dalamnya adalah barang lama yang sudah busuk.
Lebih jauh, tokoh muda NU itu juga memastikan kalau FPI baru tersebut memang sengaja dihadirkan untuk memberikan dukungan massa maupun finansial kepada Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
“Kalau saya melihat ada dugaan pencapresan Anies Baswedan. Kenapa, kalau melihat Anies menggunakan FPI pada pilkada Jakarta lalu, ada kemungkinan akan digunakan lagi ke depan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
