Masuk

Sindir Dede Budhyarto, Mustofa: Ahok yang Dibui, kok Anies yang Dibenci

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menanggapi Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto yang menyindir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Mustofa Nahrawardaya mengaku heran mengapa Dede Budhyarto membenci Anies Baswedan, padahal Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok lah yang pernah dipenjara.

“Ahok yang dibui. Kok Anies yang dibenci. Konslet,” katanya melalui akun Twitter @TofaTofa pada Kamis, 28 Oktober 2021.

Baca Juga: Anies Baswedan Pakai Pesawat Pribadi, Komisaris Pelni: Tuhan Tunjukin Aslinya

Adapun dalam unggahannya, Dede Budhyarto mengomentari soal Anies Baswedan yang menghadiri peletakan bagu pertama pembangunan Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Tugu, Jakarta Utara.

Mantan relawan Joko Widodo itu menyindir bahwa Anies kini berupaya mendapatkan simpati dari kalangan minoritas.

Namun, lanjut Dede Budhyarto, sayangnya luka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI yang “Brutal” akan menjadi catatan sejarah dan akan trus diingat hingga sepanjang hayat.

Baca Juga: Kantor DPW NasDem Dilempar Telur Busuk Saat Anies di Aceh, PKS: Harus Diusut

“Gubernur hasil jualan kafir, halal darahnya, bunuh, bakar,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pada Pilkada lalu, Anies Baswedan bertarung dengan Ahok yang ketika itu menjadi Petahana.

Anies berakhir memenangkan Pilkada tersebut. Sementara, Ahok berakhir dipenjara usai divonis bersalah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Ahok mulai menjalani hukuman penjara pada 9 Mei 2017 setelah putusan dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Baca Juga: Soal Politik Identitas, PKB: Sedang Dibuat Pembusukan Kepada Anies Baswedan

Akibat kasus Ahok ini, muncul serangkaian aksi bela Islam yang awalnya diakomodasi oleh Front Pembela Islam (FPI).

Dua di antara aksi yang paling terkenal, yakni “Aksi 4 November” atau “Aksi Damai 411” yang terjadi pada November 2016.

Selai itu, ada pula “Aksi 212” yang sesuai namanya, terjadi pada  2 Desember 2016.