Makassar Terkini
Masuk

Sindir Refly Harun yang Inginkan KPK Usut Kasus PCR, Yusuf Muhammad: Ini Pakar Hukum atau Pakar Kadrun?

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad memberikan sindiran menohok terhadap Refly Harun. Pasalnya, Ahli Hukum Tata Negara itu meminta KPK agar lebih fokus mengusut kasus bisnis PCR dibandingkan dengan Formula E.

“Hahaha Kalau kasus PCR yg diduga libatkan Erick Thohir & LBP minta diusut, tapi kasus formula E yg sudah kluarkan dana triliunan tanpa kejelasan gak minta diusut?,” cuit Yusuf Muhammad dalam laman twitter pribadinya, Minggu 14 November 2021.

Merasa geram dengan ucapan Refly, Yusuf pun mempertanyakan status Refly karena menurutnya jika mau diusut maka semua kasus harus diusut, tidak boleh salah satu saja.

“Lha ini pakar hukum atau pakar kadrun? Kalau mau fair ya usut semualah. Gabener diinterpelasi saja gak berani,” sambung Yusuf dalam cuitannya.

Pendapat Yusuf pun mendapat banyak respon dari para pengikutnya, sebagian besar menyatakan persetujuan terhadap apa yang diungkapkan oleh Yusuf.

“Sekarang saya sdh tdk percaya lagi dgn yg namanya Pakar, ya begitulah pendapat celemotan, tdk melihat masalahnya, tetapi yg dilihat siapa orangnya yg terkena masalah. Untuk lebih fair supaya diusut bersamaan. Pakar dobol,” komentar akun @Heras_24.

“Contoh orang munafik ya spt ini, kalau temennys sendiri salahpun dibela,” tulis akun @salamwaras4.

“Sedemikiannya jabatan mempengaruhi kewarasan berpikir seseorang. Speechless,” ungkap akun @Rian69TKH.

Diketahui sebelumnya, Refly Harun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sibuk mengaudit gelaran Formula E di DKI Jakarta. Menurutnya, audit acara kenegaraan bukanlah ranah KPK.

Apalagi mengingat bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan audit terkait acara balapan internasional mobil listrik tersebut.

Refly juga menambahkan bahwa harusnya KPK lebih fokus pada kasus dugaan bisnis tes PCR yang menyeret sejumlah menteri kabinet Presiden Jokowi.

“Mesti prioritaskan kasus-kasus itu. Seperti bisnis PCR, ada angka yang jelas, aktor yang diduga terlihat jelas,” imbuh Mantan Komisaris Utama Jasa Marga tersebut.