Sindiran Pedas Hilmi: Yang Suka Bicara ‘Jangan Pamer Ibadah’ Biasanya Juga Bilang ‘Jangan Hakimi Orang’ Tentang Para Pelaku Maksiat

Sindiran Pedas Hilmi: Yang Suka Bicara ‘Jangan Pamer Ibadah’ Biasanya Juga Bilang ‘Jangan Hakimi Orang’ Tentang Para Pelaku Maksiat

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pendakwah, Hilmi Firdausi melontarkan sindiran kepada orang-orang yang sering mengatakan jangan memamerkan ibadah karena termasuk riya.

Ia menilai bahwa biasanya, orang-orang seperti ini malah akan membela para pelaku kemaksiatan yang terang-terangan mengkampanyekan kemaksiatan.

Helmi Felis menilai bahwa orang-orang yang seperti ini memiliki ciri khas islamophobia atau kebencian kepada Islam.

“Yang suka bicara ‘jangan pamer kalo ibadah, riya tau. Ibadah itu ada tempatnya!’ biasanya mereka juga akan bicara tentang para pelaku kemaksiatan yang terang-terangan mengkampanyekan kemaksiatannya ‘jangan menghakimi orang, jangan sok suci, kita ga tau apa yang ada di hati mereka’,” katanya.

“Ciri khas penganut Islamophobia,” sambungnya, sebagaimana dikutip dari akun Twitter pribadinya pada Selasa, 5 April 2022.

Baca Juga

Hilmi Firdausi tidak menyebut dengan spesifik soal masalah atau kasus apa yang ia singgung dalam cuitannya tersebut.

Namun, dalam cuitannya yang lain, ia sempat mengomentari soal gerakan mengaji di Malioboro yang menuai kontroversi.

Sebagaimana diketahui, beberapa pihak menilai bawa membaca Alquran di tempat umum itu termasuk kategori riya.

Hilmi Firdausi sendiri mengatakan bahwa membaca Alquran boleh dilakukan di mana-mana, termasuk di tempat umum seperti jalanan dan kendaraan umum.

Ia menilai bahwa membaca Alquran di tempat umum bisa baik untuk individu dan juga lingkungan masyarakat.

Hilmi mengaku bahwa dirinya sendiri sering membaca Alquran di pesawat untuk mengisi waktu agar tak terbuang.

“Membaca Al-Qur’an itu bisa di mana-mana, termasuk di jalanan, di kereta, di bus dan angkot, saya sendiri sering kali baca Qur’an di pesawat untuk mengisi waktu berjam-jam agar tidak terbuang,” kata Hilmi Firdausi melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 2 April 2022.

“Ini baik untuk individu, juga baik untuk lingkungan masyarakat kita yang katanya religius. Ini bukan riya tapi syiar,” sambungnya.

Diketahui, perkara mengaji di tempat umum ini ramai dibicarakan usai viral sebuah video yang menunjukkan gerakan membaca Al-Quran di Malioboro.

Video dengan durasi 1 menit 29 detik ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen.

Dilansir dari Suara.com, video tersebut diunggah oleh akun Twitter @Irwan2yah pada Rabu, 30 Maret 2022.

Pengunggah mengkritik gerakan tersebut dan mengatakan bahwa membaca Alquran lebih baik dilakukan di masjid ataupun mushalah.

“Katanya ini lagi gerakkan membaca Al-Quran di sepanjang Malioboro. Saya Muslim, dan saya tdk anti baca Al-Quran,” tulis netizen tersebut.

“Tapi melihat fenomena ini jadi malu dan kenapa tidak sekalian bawa Toa (pengeras suara). Kita punya tempat ibadah bahkan ribuan di sana kenapa tidak di dalam masjid dan langgar, itu enak dilihat adem tidak Riya,” sambungnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.