Sindiran Pedas Yusuf Muhammad ke Anies: Pembohong Kelas Kakap yang Punya Pasukan Buzzer Bertopeng Agama

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad melontarkan sindiran pedas kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengenai perubahan sikapnya terhadap reklamasi.

Ia menilai bahwa Anies Baswedan merupakan pembohong kelas kakap yang punya pasukan buzzer bertopeng agama.

“Pembohong kelas kakap yang punya pasukan buzzer bertopeng agama ini,” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 24 Februari 2022.

Baca Juga: Sindir Anies Baswedan Akan Sampaikan Pidato Kebangsaan 17 Agustus, Ferdinand...

Yusuf Muhammad mengatakan ini sebagai respons terhadap Anies Baswedan yang mengunggah soal peresmian nama jalan dan berbagai infrastruktur lain di Pulau Reklamasi.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam sayembara penamaan jalan, jembatan, taman, dan bundaran di kawasan Pantai Maju, Jakarta Utara,” kata Anies dalam cuitannya pada Selasa, 22 Februari 2022.

Baca Juga: Dijadwalkan Pidato Kebangsaan di Puncak JMF 2022, Anies Akan Serahkan...

“Semoga dengan nama barunya, warga makin menikmati pantai publik ini,” sambungnya.

Yusuf Muhammad juga mengunggah pernyataan lama Anies Baswedan yang dulu menolak reklamasi.

“Kita ingin pemerintah melindungi rakyat kecil, nelayan sejahtera, karena itu kita putuskan tolak reklamasi,” demikian kalimat lama Anies yang disoroti Yusuf Muhammad.

Baca Juga: Dijadwalkan Pidato Kebangsaan di Puncak JMF 2022, Anies Akan Serahkan...

Ditelusuri Terkini.id, pernyataan itu disampaikan Anies Baswedan hadapan warga Kampung Nelayan Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara pada Rabu, 8 Februari 2017.

Dilansir dari Republika, ketika itu Anies Baswedan dalam masa kampanye sebagai Cagub nomor urut tiga.

Ketika itu, Anies menyebut pemerintah punya tanggung jawab untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.

Reklamasi di Teluk Jakarta, menurut Anies, reklamasi berdampak langsung terhadap 15 ribu nelayan Jakarta.

“Kita ingin agar Jakarta melindungi semua, bukan hanya sekelompok orang. Salam bersama maju bersama, bukan maju sebagian atau tertinggal sebagian,” ujarnya.

Bagikan