Sinergi dengan MAI Foundation, IZI Sulsel lakukan Pengukuran Kaki Palsu

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar –Program1000 Kaki Palsu kembali dilaksanakan oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) perwakilan Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation. Kali ini pengukuran kaki palsu yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Program IZI to FIT1000 Kaki Palsu tersebut hadir untuk membantu mustahik (penerima zakat) disabilitas yang tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan .

Program ini dilaksanakan dalam bentuk pengukuran kaki palsu yang didampingi dan diukur langsung oleh pengrajin kaki palsu asal Kota Bandung, Misbah Suhendar. Dengan mendatangkan pengrajin secara langsung, diharapkan agar nantinya kaki yang sudah jadi tidak terdapat kesalahan ukuran maupun cacat produksi lainnya.

Kegiatan pengukuran kaki palsu tersebut dilaksanakan Sabtu, 23 November 2019, di Kantor IZI perwakilan Sulawesi Selatan yang beralamat di Jl. Tamalate 1 No. 3, Makassar. Terdapat 6 peserta dan pendamping yang berasa dari daerah yang berbeda, di antaranya Kota Makassar, Kabupaten Bone, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Luwu yang hadir dalam kegiatan kali ini. Selain Penerima manfaat, hadir pula pengurus MAI Foundation Makassar dan Kepala Cabang IZI Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, pengurus MAI Foundation Makassar, Arif Budiono, menyatakan rasa terima kasihnya kepada para penerima manfaat yang bersemangat hadir jauh-jauh dari kampung halaman untuk menyukseskan acara tersebut. Apresiasi positif juga dilontarkan kepada pihak IZI Sulawesi Selatan karena telah menjadi implementor kegiatan yang amanah dan terpercaya.

“Kepada masyarakat yang menerima bantuan, kegiatan pengukuran ini sangatlah penting. Terima kasih sudah berkenan untuk menyempatkan hadir di makassar di tengah-tengah kita pada hari ini. Terima kasih pula untuk pihak IZI Sulawesi Selatan karena telah memfasilitasi serta mengkoordinir hingga akhirnya kegiatan ini dapat berlangsung,” tutur Arif.

Kepala cabang IZI Sulsel, Arman, menjelaskan bahwa program 1000 kaki palsu yang dilaksanakan oleh pihak MAI Foundation bekerja sama dengan IZI tersebut tidak akan terjadi tanpa adanya sokongan dana zakat dari para muzakki (orang yang berzakat). Arman menjelaskan agar nantinya penerima manfaat yang mendapatkan kaki palsu dari program ini dapat mendoakan para muzakki yang menyisihkan sebagian hartanya untuk kegiatan-kegiatan seperti ini.

“Saya berharap para penerima manfaat yang hadir saat ini nantinya dapat mendoakan para muzakki atau para pemberi zakat yang zakatnya hari ini dimanfaatkan untuk kegiatan pengukuran dan pembuatan kaki palsu. Muzakki itu tidak meminta hal lain selain doa untuk kebaikan dunia akhirat mereka. Tak lupa pula untuk menitipkan doa untuk kami para amil zakat, agar dapat terus diberikan semangat serta niat yanh tulus agar kegiatan-kegiatan sosial seperti terus dapat dilaksanakan,” tutup Arman.

Setelah kegiatan pengukuran tersebut berakhir, dalam kurun waktu 2-3 minggu kedepan, kaki palsu yang sudah diukur nantinya akan di kirim kembali ke Makassar untuk selanjutnya untuk diberikan langsung kepada penerima bantuan dalam kegiatan penyerahan kaki palsu.

Citizen Reporter: Fauzan Ramadhan

Komentar

Rekomendasi

Meninggal Saat Berlayar, Jasad Pelaut Asal Enrekang Disemayamkan di Laut

Harga Ayam Naik Berdasarkan Data Pemerintah, Peternak Justru Keluhkan Harga yang Anjlok

Pendiri Sekaligus Dewan Pembina MER-C, Joserizal Jurnalis Meninggal Dunia

MUI Bandung : Sterilkan Masjid dari Pengungsi Tamansari

Ungkap Peredaran Narkoba 350 Gram, Personil Polres Maros Dapat Penghargaan

Diserang Pemberontak Houthi, Puluhan Pasukan Yaman Tewas Saat Menunaikan Salat

4 Pesona Kota Konstantinopel, Pantas Saja Direbuti

Jelajah Sensasi Bebatuan di Wisata Geologi Tebing Breksi

Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa dan Guru, FPM Simpul Pena Sulsel Gelar Workshop Jurnalistik

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar