Terkini.id, Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Pribumi Indonesia sekaligus politisi Partai Ummat, MS Kaban menyinggung soal ciri penguasa Firaun.
MS Kaban menilai bahwa penguasa Firaun akan melimpahkan kesalahan kepada orang lain saat mengalami kegagalan.
Sebaliknya, jika sukses, maka penguasa Firaun akan mengaku bahwa itu adalah karena kehebatannya.
“Ciri penguasa Firaun jika sukses mengaku karena dia hebat,”kata MS Kaban pada Rabu, 17 November 2021.
“Kalau gagal, limpahkan kegagalan pada orang lain. Style Firaun ini ada pada setiap penguasa jahili rakyatnya,” sambungnya.
- Sindir Sosok Pemimpin Sibuk Bangun Benda Mati Saat Rakyatnya Tambah Miskin, Chusnul: Dulu Namanya Firaun, Sekarang Namanya Anies
- Manfaatkan JIS sebagai Panggung Politik dan Pribadi, Anies Baswedan Dinilai Lebih Buruk dari Firaun
- Sindir Anies Biarkan Warganya Kebanjiran, Chusnul: Asyik Nyanyi di JIS yang Dibangun Pakai Uang Pajak Warganya
- Jakarta Banjir, Anies Baswedan Malah Beri Bunga Kepada Istrinya di JIS, Guntur Romli: Firaun Aja Gak Segitunya
- Penduduk Miskin Jakarta Bertambah, Ferdinand Hutahaean: Kalau Bangun JIS dan Sirkuit Bambu Firaun Juga Bisa
Dalam cuitan tersebut, MS Kaban tidak menyebutkan secara spesifik soal siapa penguasa yang ia singgung.
Namun, dalam cuitannya yang lain, ia menyinggung Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi terkait deforestasi.
“Ngakunya ngik ngok deforetrasi terendah sepanjang masa kekuasaan. Begtu di counter dengan data, nyalahin pemerintah sebelumnya,” kata MS Kaban pada Selasa, 16 November 2021.
“Kalau gak sanggup mengatasi masalah ya PCR saja. Apa itu PCR? Presiden Cepat Resign. Bagi-bagi hutan sosial 12 juta ha deforestasi? Reboisasi? Reforestasi? Piye Pak Pres,” tambahnya.
MS Kaban juga menyinggung bahwa Presiden Jokowi mau membenahi hutan RI, namun faktanya budget KLHK tidak terlihat peningkatan signifikan.
“Ini fakta bukan fitnah. Perhutanan sosial 1 juta ha tanpa budget untuk apa yang pasti menambah pengangguran ribuan pekerja. Energi Pres untuk NKRI tersedot habis hanya menuai predator oligarchy,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
