Terkini.id, Jakarta – Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain atau akrab disapa Ustaz Tengku Zul menyinggung soal gelar Nabi Muhammad SAW yang digelari Al Amin oleh bangsanya.
Tengku Zul lewat cuitannya di Twitter, Jumat 16 April 2021, awalnya mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW digelari oleh bangsanya sebagai Al Amin.
Akan tetapi, kata Tengku Zul, gelar tersebut mendadak berubah saat Rasulullah SAW mengajak bangsanya menaati aturan Tuhan.
Menurutnya, lantaran hal itu Nabi Muhammad pun dibully dan diancam akan dibunuh.
“Nabi Muhammad digelari oleh bangsanya al Amin. Mendadak saat mengajak mentaati aturan Tuhan, dibully dan mau dibunuh,” ujar Tengku Zul.
- Sindir Ulama Belum Tentu Masuk Surga, Dewi Tanjung: Boro-Boro Mereka Berfikir, di Hadapan Allah Saja Sudah Susah!
- Abu Janda: Tengku Zul dan Edy Mulyadi adalah Bukti Kelompok Islam Radikal Intoleran Hama Bagi Kebhinnekaan
- Heboh Pengurus MUI Ditangkap Densus 88, Pernyataan Almarhum Tengku Zul Diungkit
- Notaris Dipolisikan Gegara Nistakan Tengku Zul, Denny Siregar: Emang Dia Simbol Agama?
- Postingannya Dinilai Hina Almarhum Tengku Zul, Notaris: Maaf Saya Khilaf
Tak hanya itu, lanjut Zul, setelah Nabi Muhammad pindah negara Rasulullah SAW juga tetap diperangi.
“Sudah pindah negara pun diperangi,” kata mantan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Lantaran hal itu, menurut Tengku Zul, gelar Nabi Muhammad SAW pun berubah dari Al Amin menjadi pemecah belah bangsa.
“Dri al Amin berobah gelar jadi pemecah belah bangsa,” tuturnya.
Tengku Zul pun menyebut, betapa mengerikan angkara murka di dalam hati manusia yang memperlakukan Nabi Muhammad SAW tersebut dengan bejat dan tanpa hati nurani.
“Begitu ngerinya angkara murka di hati manusia bejat tidak punya nurani,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
