Terkini.id, Makassar – Kampanye tengah berlangsung, namun arah jarum jam menunjukkan 14:51 WITA. Terdengar dari arah masjid, suara azan berkumandang dan Fatmawati Rusdi sontak beri isyarat dan kegiatan terhenti sejenak.
Inilah yang biasa terjadi pada aktivitas kampanye Fatma, calon Wakil Wali Kota Makassar. Ia menghentikan sejenak segala aktivitas untuk menunaikan salat berjamaah.
Pasangan M Ramdhan Pomanto ini terbiasa memulai kampanye tatap muka dengan warga, usai salat zuhur atau sekitar pukul 13.00 WITA.
Fatma lantas mengunjungi 5-6 titik hingga pukul 17.00 WITA, sesuai batas waktu kampanye yang ditetapkan KPU.
Dalam agenda kegiatan mantan Anggota DPR RI ini, ada satu catatan yang tidak pernah absen yakni salat di masjid terdekat.
- Vonny Ameliani Satukan Tiga Ketum KNPI, Sulsel Siap Jadi Tuan Rumah Pemersatu Pemuda
- Lomba Kreativitas Pemuda 2026, Langkah Strategis Bangun Fondasi Masa Depan Jeneponto
- Dari Pintu Membawa Harapan, Satgas TMMD Ke-128 dan Tenaga Medis Hadirkan Layanan Kesehatan
- Menyambung Silaturahmi, Tingkatkan Kinerja, TP PKK Jeneponto Hadiri Monev Imunisasi Zero Dose
- Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh Pesat 6,88 Persen, Diiringi Penurunan Angka Pengangguran
Fatma juga sebisa mungkin menghindari agenda kegiatan yang akan dihadirinya, bertepatan dengan waktu salat.
“Bu Fatma adalah sosok perempuan yang lengkap bagi saya. Selain religius, juga sukses membina keluarga dan karier,” kata Dewi, salah satu Ketua Komunitas perempuan pendukung ADAMA’, Senin, 5 September 2020.
Menomorsatukan ibadah, sudah menjadi hal mutlak bagi perempuan kelahiran 9 Mei 1980 ini sejak dahulu. Baik saat menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap selama 10 tahun (2008-2018), maupun duduk di parlemen sebagai Anggota DPR RI (2014-2019).
“Bu Fatma memang begitu. Sejak dulu. Setiap tempat yang dikunjungi, mau salat di situ juga,” kata salah seorang staf Fatma.
Selain salat di masjid setempat, Fatma juga biasa memantau kegiatan ibu-ibu alias emak-emak majelis taklim setempat.
Saat berkunjung ke setiap kelurahan atau kecamatan di Kota Makassar, begitu bertemu dengan emak-emak majelis taklim, Fatma langsung antusias. Obrolan pun mengalir begitu saja dengan warga.
“Bagaimana majelis taklim ta, Bu? Apa-apa saja kegiatannya? Lancar ji pengajiannya?” demikian deretan pertanyaan yang biasa dilontarkan Fatma.
Usai mendapat jawaban, Fatma biasanya berpesan agar pembinaan majelis taklim harus terus berlanjut.
Menurutnya, majelis taklim adalah sarana penunjang untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang religius.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
