Siswi Tunarungu di SLB Makassar Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelakunya Seorang Guru

Siswi Tunarungu di SLB Makassar Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelakunya Seorang Guru

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini, Makassar – Di tengah geliat pendidikan inklusif yang diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi semua, kenyataan pahit menimpa seorang siswi tunarungu di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Makassar.

Siswi yang seharusnya mendapat perlindungan dan pendidikan layak justru menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru di sekolah tersebut.

Kejadian ini menambah panjang daftar hitam kasus kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan, tempat yang seharusnya aman bagi para siswa.

Ambara Dewita Purnama, kuasa hukum korban, menyatakan kejadian tersebut sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa institusi pendidikan masih jauh dari menjadi ruang aman, bahkan bagi anak-anak dengan disabilitas.

“Dugaan kekerasan seksual ini tidak hanya mencoreng dunia pendidikan, tapi juga menunjukkan bahwa anak-anak disabilitas, yang seharusnya paling dilindungi, justru menjadi korban di ruang yang seharusnya paling aman bagi mereka,” ujar Ambara.

Baca Juga

Kisah kelam ini terungkap ketika HN (27), tante korban, menemukan keponakannya menangis histeris di depan kamar. Setelah dibujuk untuk bercerita, terungkap bahwa keponakannya telah mengalami kekerasan seksual di sekolah. Korban menunjuk seorang pria berkulit hitam sebagai pelakunya.

Dari keterangan korban, diketahui bahwa pelaku telah berulang kali melakukan kekerasan terhadapnya, dan pada saat kejadian terakhir, korban sempat mencoba melarikan diri namun ditarik paksa hingga meninggalkan bekas cakaran di lengan kirinya.

Kasus ini semakin memprihatinkan karena korban, yang mengalami disabilitas tuli, sulit mengungkapkan secara detail kejadian tersebut. Namun, korban berhasil memberikan petunjuk bahwa tindak kekerasan itu terjadi pada hari Senin dan Selasa.

Keluarga korban yang mendengar cerita ini segera bertindak. Pada 12 November 2024, korban bersama keluarganya mendatangi sekolah untuk mengonfrontasi pihak sekolah dan pelaku. Saat bertemu, korban mengenali terduga pelaku setelah melihat tasnya yang berada di dalam salah satu ruangan.

Namun, ironisnya, pihak sekolah tampak tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan kasus ini. Keluarga merasa pihak sekolah justru melindungi terduga pelaku, membuat mereka tak punya pilihan selain membawa masalah ini ke ranah hukum dengan melaporkannya ke Polrestabes Makassar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.