Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212, Slamet Maarif mengatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) memang bisa mati.
Akan tetapi, menurut Slamet Maarif, komunisme akan selalu hidup dan menjadi ancaman bagi bangsa.
Ia menilai bahwa indikasi penghapusan sejarah terhadap Gerakan 30 September G30S/PKI semakin tahun semakin erus bermunculan.
“Anak bangsa harus selalu diingatkan bahwa di negara ini pernah terjadi peristiwa kelam oleh PKI,” katanya pada Kamis, 30 September 2021, dilansir dari GenPI
Slamet Maarif lantas mengingatkan semua pihak untuk waspada agar peristiwa seperti itu tidak terulang kembali di masa depan.
- Slamet Maarif Cs Tuntut Jokowi Mundur Sesuai Ketetapan MPR
- Slamet Maarif Berharap Koalisi Berbasis Islam: Kita Tak Akan Dukung Siapapun Jika Bukan Perintah
- Slamet Maarif Bantah Dugaan KS 212 Terima Aliran Dana ACT Rp 10 Miliar
- Seruan Darurat Kebohongan yang Diutarakan Rizieq, Slamet: Nggak Usah Tersinggung Kalau Bukan Tukang Bohong
- Deklarasi Anti Islamophobia, Denny Siregar: Yang Suka Ngadu Domba Elu, Sekarang Teriak Umat Islam Harus Bersatu
“PKI bisa mati, tetapi komunis akan selalu hidup dan menjadi ancaman bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, Slamet mengungatkan soal seruan jihad yang sebelumnya sudah dideklarasikan oleh Persaudaraan Alumni 212, Gerakan Pengawal Fatwa Ulama, dan Front Persaudaraan Islam.
Ketiga ormas itu menyerukan kampanye menolak lupa insiden G30S/PKI dengan tema “Komunis itu Nyata, Tolak Karena Kita Pancasila.”
Pentolan 212 ini menyerukan jihad dengan tema itu melalui media sosial dan media online.
Selanjutnya, ia juga mengajak keluarga dan sahabat menonton film G30S/PKI, lalu menapak tilas, talkshow, atau simposium dengan menghadirkan saksi sejarah.
“Kibarkan bendera setengah tiang pada 30 September dan lantunkan doa untuk para pahlawan dan keluarga yang menjadi korban kekejaman G30S/PKI,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
