Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando mengomentari soal belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditangkap karena terlibat jaringan teroris dan diduga telah berbaiat ke ISIS.
Ade Armando lewat cuitannya di Twitter, Kamis 4 Februari 2021, menilai bahwa FPI memang bukanlah ISIS.
Namun, kata Ade, FPI sebagai organisasi telah mempercayai penerapan aksi teror untuk menyerang lawan mereka.
“FPI memang bukan ISIS. Tapi sebagai organisasi yang percaya pada penerapan aksi teror untuk menyerang lawan,” cuit Ade Armando.
Oleh karena itu, ia menilai FPI juga layak disebut sebagai organisasi teroris seperti halnya ISIS.
- Jejak Perjalanan ESG PT Vale 2026: Menavigasi Tantangan, Memberi Dampak Besar
- Hari Jadi ke-163 Jeneponto, Gubernur Bawa Dukungan Rp10 Miliar, Komitmen Kemajuan Daerah
- Hari Jadi ke-163, Bupati Jeneponto Paparkan Capaian dan Rancang Masa Depan
- Bupati Sidrap Terima KPPG Kendari, Dorong SPPG Capai Level Terbaik
- Ketua DPRD Sulsel Terima Aspirasi Ribuan buruh, Desak Revisi UU Ketenagakerjaan
“Mereka layak disebut sebagai organisasi teroris,” tegasnya.
Diketahui, Densus 88 belum lama ini menangkap 19 orang terduga teroris di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Belakangan, diketahui, sebagian di antaranya adalah anggota Front Pembela Islam atau FPI dan pernah berbaiat ke ISIS.
“Iya, hasil pemeriksaan Densus itu mereka memang anggota FPI Makassar. Tapi tidak semua (terduga teroris yang ditangkap adalah anggota FPI),” ungkap Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam pada Kamis, 4 Februari 2021.
Irjen Merdisyam juga mengungkapkan, anggota FPI terduga teroris tersebut sudah berbaiat kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi sejak tahun 2015.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
