Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando mengomentari soal belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditangkap karena terlibat jaringan teroris dan diduga telah berbaiat ke ISIS.
Ade Armando lewat cuitannya di Twitter, Kamis 4 Februari 2021, menilai bahwa FPI memang bukanlah ISIS.
Namun, kata Ade, FPI sebagai organisasi telah mempercayai penerapan aksi teror untuk menyerang lawan mereka.
“FPI memang bukan ISIS. Tapi sebagai organisasi yang percaya pada penerapan aksi teror untuk menyerang lawan,” cuit Ade Armando.
Oleh karena itu, ia menilai FPI juga layak disebut sebagai organisasi teroris seperti halnya ISIS.
- GGN dan Coca-Cola Indonesia Gelar Festival Sepak Bola Rakyat di Makassar, Libatkan 670 Talenta Muda
- Pendaftaran APINDO Run Festival 2026 Mulai Dibuka, Hadirkan Kategori 3K dan 5K, Hadiah Ratusan Juta Menanti
- Jejak H Paris Yasir, Pemimpin yang Meruntuhkan Sekat, Berjalan Langkah Sejajar Bersama Rakyat Turatea
- Ramadhipa Siap Hadapi Tantangan Baru di Moto3 Junior World Championship 2026
- Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa
“Mereka layak disebut sebagai organisasi teroris,” tegasnya.
Diketahui, Densus 88 belum lama ini menangkap 19 orang terduga teroris di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Belakangan, diketahui, sebagian di antaranya adalah anggota Front Pembela Islam atau FPI dan pernah berbaiat ke ISIS.
“Iya, hasil pemeriksaan Densus itu mereka memang anggota FPI Makassar. Tapi tidak semua (terduga teroris yang ditangkap adalah anggota FPI),” ungkap Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam pada Kamis, 4 Februari 2021.
Irjen Merdisyam juga mengungkapkan, anggota FPI terduga teroris tersebut sudah berbaiat kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi sejak tahun 2015.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
