Pelapor Abu Janda Dicopot dari Jabatan Ketum KNPI, Said Didu: Semua Harus Jadi Penjilat?

Terkini.id, Jakarta – Said Didu memberikan tanggapan terkait dicopotnya Haris Pertama dari jabatannya sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Nampaknya, Said Didu mengindikasikan ada yang tidak benar dari pemecatan tersebut sebab ia menyinggung soal menjadi penjilat.

“Semua harus jadi penjilat?” tulisnya di akun @msaid_didu pada Sabtu, 6 Maret 2019.

Said Didu membagikan cuitan tersebut bersama sebuah tautan berita berjudul ‘Haris Pertama yang Laporkan Abu Janda Dicopot dari Jabatan Ketua Umum KNPI.’

Baca Juga: Abu Janda Tegaskan Dirinya Bukan Antek Zionis, tapi Benci Pemutarbalikan...

Said Didu tidak menyebut siapa yang ia maksud sebagai penjilat dan kepada siapa pihak tersebut menjilat.

Namun, dalam berita yang dibagikan tersebut, disampaikan bahwa Haris dicopot melalui rapat pleno Pengurus Pusat KNPI yang digelar di Hotel Rizt Carlton, Jakarta, Sabtu (6/3).

Baca Juga: WNA Cina Terus Berdatangan, Said Didu: Rakyat Mau ke Kuburan...

Dilansir dari Gelora.co, rapat pleno tersebut dipimpin oleh Ahmad A. Bahri, Wakil Ketua dengan agenda mencopot Haris Pertama dari jabatan ketua umum.

Bahri mengatakan bahwa pencopotan tersebut didasari oleh sejumlah pelanggaran yang dilakukan Haris terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD ART) KNPI.

“Pertama, pelanggaran pada pasal 23 ART, terkait pengambilan keputusan dan sikap organisasi tidak melalui Rapat Pleno DPP KNPI,” ujar Bahri pada Sabtu, 6 Maret 2021, dilansir dari Gelora.co.

Baca Juga: Sebut Bukan Perang Agama, Abu Janda Wawancarai Arab Muslim Tentara...

Alasan kedua yaitu pelanggaran pasal 38 AD dan 35 ART KNPI terkait tata kelola keuangan dan harta benda organisasi yang tidak berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Karena itu, Forum Pleno KNPI memutuskan memberhentikan Bung Haris Pertama sebagai Ketua Umum DPP KNPI 2018-2021, dan mengangkat dan memutuskan Bung Mustahuddin sebagai Pelaksana Tetap (Plt) Ketua Umum DPP KNPI 2018-2021,” terangnya.

Sementara itu, Mustahuddin sebagai Plt Ketum KNPI mengatakan bahwa Haris tidak berhak memakai atribut dan mengatasnamakan diri sebagai bagian KNPI.

“Saudara Haris Pertama tidak berhak lagi memakai atribut dan simbol2 organisasi KNPI karena sudah diberhentikan/dipecat sebagai Ketua Umum DPP KNPI,” tegasnya.

Dari artikel yang dipublikasikan tersebut, tidak ada pernyataan dari narasumber yang mengaitkan langsung antara pencopotan Haris dengan laporannya atas Abu Janda.

Dikatakan bahwa sebelumnya Haris pernah menyatakan siap mundur dari jabatannya jika Abu Janda tidak ditangkap Polisi atas dugaan rasisme.

“Pertaruhan marwah KNPI dan harapan masyarakat Indonesia tentang penegakan hukum yang adil adalah ditangkapnya Abu Janda,” tulis @harisknpi pada Sabtu, 30 Januari 2021.

 “Jika Abu Janda tidak ditangkap Polisi, saya siap Mundur dari KNPI,” ujar Haris, dilansir dari VIVA pada 30 Januari 2021.

Catatan: redaksi telah mengedit artikel ini dengan menghapus kalimat ‘Media Online Gelora adalah milik Partai Gelombang Rakyat Indonesia’. Media Gelora dan Partai Gelombang Rakyat Indonesia diketahui adalah lembaga/perusahaan berbeda dan tidak berkaitan. Redaksi memohon maaf atas kekeliruan ini

Bagikan