Soal Formula E, Yusuf Muhammad: Interpelasi Aja Takut! Artinya Memang Ada yang Ditutup-tutupi

Soal Formula E, Yusuf Muhammad: Interpelasi Aja Takut! Artinya Memang Ada yang Ditutup-tutupi

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad melontarkan sindiran terhadap pihak-pihak yang menolak hak interpelasi Formula E yang diajukan oleh Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta.

Yusuf Muhammad menilai, pihak-pihak yang takut interpelasi ini menunjukkan bahwa memang ada yang ditutup-tutupi terkait Formula E.

“Interpelasi aja takut! Artinya memang ada yang ditutup-tutupi,” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 10 Januari 2022.

“Emang ini sejak awal proyek Siluman!” sambungnya.

Dalam cuitannya, Yusuf Muhammad membagikan berita berjudul “Ketua DPRD Merasa Benar soal Interpelasi Formula E, Gerindra Bicara Introspeksi”.

Baca Juga

Dilansir dari berita Detik News tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani menanggapi Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi yang mengklaim bahwa apa yang dilakukannya terkait interpelasi Formula E sesuai aturan.

“Kalau beliau merasa sudah sesuai prosedur menurut beliau ya sah-sah saja sih. Jarang kan ada orang yang sadar kalau tindakannya salah, apalagi orang yang bukan tipe introspeksi atau lebih menyalahkan pihak luar,” kata Rani Mauliani pada Rabu, 9 Feberuari 2022.

Namun, Rani menegaskan bahwa pihaknya juga memiliki alasan melaporkan Prasetyo Edi Marsudi ke Badan Kehormatan (BK).

“Tetapi sebagai salah satu pelapor tentunya kami juga punya alasan perihal etika apa yang dilanggar dirinya sebagai pimpinan lembaga lintas partai,” katanya.

Rani juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mengoreksi Prasetyo secara pribadi, melainkan sebagai pimpinan kelembagaan DPRD.

“Tentunya hasil yang diharapkan bisa ada perubahan dalam perjalanan kelembagaan secara institusi DPRD dan mengembalikan marwah lembaga DPRD, yang mana di situlah terhimpun lintas partai yang memenangkan kursi parlemen di provinsi DKI Jakarta,” katanya.

Rani menyinggung bahwa alur management kepemimpinan perlu mengakomodir seluruh partai, bukan hanya partai tertentu.

Selain itu, menurutnya, alur management kepemimpinan ini juga harus tanpa intrik dan tidak anti kritik.

“Kami berhak diperlakukan sama, bukan dengan cara diskriminasi berdasarkan kepentingan pribadi maupun satu kelompok,” tegas Rani.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.