Terkini.id, Jakarta – Eks Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mendesak Polri agar segera bertindak dan memanggil pihak pembuat informasi palsu atau hoax soal dana haji ditilap untuk dipakai membangun infrastrukur.
Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 6 Juni 2021, Ferdinand Hutahaean menilai perbuatan pihak yang membuat hoax dengan menyebut dana haji ditilap untuk infrastruktur, telah meresahkan masyarakat.
“Saya sarankan kepada Polri agar memanggil para PEMBUAT HOAX DANA HAJI itu, kemudian didepan petugas polisi membuat video pengakuan salah dan minta maaf telah membuat hoax dan menyebar hoax yang membuat rakyat resah. Terlepas apakah proses hukum diteruskan atau tidak,” cuit Ferdinand Hutahaean.
Adapun jika pelaku pembuat hoax itu dibiarkan, menurut Ferdinand, maka rakyat khususnya calon jemaah haji akan tetap meyakini bahwa uang mereka untuk ibadah haji tersebut telah ditilap oleh pemerintah.
“Jika Polri membiarkan para pelaku hoax tentang Haji 2021 tanpa memanggil mereka, maka rakyat di bawah akan tetap meyakini ‘Haji 2021 Tak Bisa Berangkat Karena Dana Haji Habis Ditilep Pemerintah Untuk infrastruktur dan Tak Mampu Bayar Haji Tahun Ini’. Ini HOAX yang jahat, DivHumas_Polri harus tindak!,” tegasnya.
- Sindir Anies Tak Miliki Kemampuan Berkarya Nyata, Ferdinand Hutahaean: Kasihan Jakarta 5 Tahun Tak Menghasilkan Apa Apa
- Surya Paloh Sarankan Prabowo Tak Maju Pilpres 2024, Ferdinand Hutahaean: Tak Perlu Halangi yang Lain Demi Ambisi Politik
- Bandingkan Roy Suryo dengan Ferdinand, Rudi Valinka: Dia Dipenjara Walau Sudah Hapus Cuitan dan Minta Maaf
- Sampaikan Permohonan Maaf Lewat Surat, Ferdinand Hutahaean : Atas Kekhilafan Saya Mohon Dimaafkan
- Sebut Ferdinand Cuma Umpan, Akun Eko Widodo: UAS Target Sebenarnya
Selain itu, kata Ferdinand, secara politik hoax soal dana haji ditilap tersebut akan merugikan partai-partai pendukung pemerintahan Presiden Jokowi dan bakal menguntungkan partai oposisi yakni PKS.
“Secara politik, HOAX dana haji yang ditilep hingga pemerintah tak mampu berangkatkan Haji 2021 akan merugikan partai-partaivpendukung jokowi sprt PDI_Perjuangan, NasDem, DPP_PKB, PartaiGolkar, dan akan menguntungkan PKS yang goreng isu ini. Polri akan biarkan begini?,” ujar Ferdinand Hutahaean.
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengklarifikasi isu yang dimunculkan ekonom senior Rizal Ramli yang menyebut dana jemaah haji ditilap untuk membangun infrastruktur.
Kemenag lewat Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu menegaskan pernyataan Rizal Ramli tersebut tidak benar atau hoax.
Anggito pun menegaskan bahwa dana haji sampai saat ini aman. Menurutnya, hal itu bisa dilihat langsung dari laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dimuat di website resmi Kemenang RI.
“Dana hajinya aman. Alhamdulillah, kami mengelolanya dengan prudent dan profesional. Bisa dilihat di laporan audit BPK yang juga ada di website kami,” ujar Anggito Abimanyu, Sabtu 5 Juni 2021 seperti dikutip dari Radio Elshinta.
Maka dari itu, pihak Kemenag RI memastikan isu yang dimunculkan Rizal Ramli tersebut adalah hoaks.
Anggito pun mengatakan bahwa masyarakat bisa mengecek lewat website Kemenag apakah benar ada dana haji yang dipakai untuk membangun infrastrukur seperti yang disampaikan Rizal Ramli.
Diketahui, cuplikan video Rizal Ramli yang menyinggung soal dana haji beredar di media sosial dan menuai sorotan publik.
Rizal Ramli dalam tayangan video itu menyebut bahwa dana haji yang sudah disetor jemaah Indonesia ditilap untuk membangun infrastrukur menuai sorotan publik.
“Dana haji ditilap, dipakai buat infrastruktur. Kemudian dana LPS juga sama, iya kan dan ini cepat atau lambat akhirnya nanti akan jadi masalah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
