Terkini.id, Bulukumba – Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh elemen mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba yang menuntut terkait realisasi 100 hari kinerja kepemimpinan Andi Utta-Andi Edy Manaf di Bulukumba di depan Kantor Bupati Bulukumba, beberapa waktu lalu berujung ricuh.
Bahkan pasca kericuhan itu langsung viral sehingga Bupati Bulukumba H. A. Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) angkat bicara.
Orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi itu mengaku sangat menyayangkan adany aksi pihak demostran yang melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir dengan ricuh.
Dikatakan bupati berlatar belakang pengusaha itu, penyampaian aspirasi dengan cara berorasi dan membakar ban dinilai kurang etis dan efektif.
“Cara menyampaikan aspirasi terbaik yakni dengan melalukan dialog agar segala aspirasi yang disampaikan dapat didengarkan dan diterima dengan baik serta efektif,” beber Andi Utta saat menghadiri Konferensi Kerja PGRI Bulukumba, di Ruang Pola, Rabu 16 Juni 2021 kemarin.
- Revitalisasi Pasar Bulukumba Masih Ditelusuri Aparat Penegak Hukum
- Ribuan Peserta Diperkirakan Hadiri Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Bulukumba
- 72 Paskibra Bulukumba Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI
- Bupati Bulukumba Imbau Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah
- Bulukumba Jajaki Kerjasama Strategis dengan Korea Selatan
“Ssaya sendiri siap dikritik, memberikan ruang dimana saja dan kapan saja untuk berdialog, tetapi kadang adik – adik itu malah senangnya teriak di luar,”sambungnya.
Andi Utta juga menceritakan terkait kronologi saat proses penyampaian aspirasi oleh pengunjuk rasa.
Dikatakannya saat itu dirinya telah membuka kesempatan kepada demonstran untuk melalukan dialog apa yang menjadi isu demonstrasi, akan tetapi permintaan tersebut tidak mendapatkan respon dari para pengunjuk rasa dan tetap melakukan orasi serta ingin membakar ban.
“Saya kira kalau demonstrasi itu sudah diberikan ruang untuk dialog tidak lagi ada teriak, sehingga yang ketiga kali saya panggil mereka tidak ingin masuk, tetap teriak dan dianggap pemerintah tidak bekerja, hanya cerita saja,”tegasnya.
Selain itu, Andi Utta mengatakan akan lebih baiknya lagi jika menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan cara yang santun serta cara yang lebih baik yakni dengan Sipakatau (saling memanusiakan) dan Sipakalebbi (saling menghargai satu sama lain) serta menghindari cara-cara yang bersifat anarkis dan vandalis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
