Soal Kenaikan Pangkat Mendadak dari Kombes ke Jenderal, Tito Karnavian Minta Maaf

Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Kompas)

Terkini.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta maaf jika ada kesalahan yang ia lakukan saat dirinya masih menjabat Kapolri.

Tito meminta maaf jika ada pihak yang merasa tidak senang dengan dirinya ssat menjabat sebagai kapolri selama 3 tahun, termasuk soal masalah kenaikan pangkat Komisaris Besar (Kombes) menjadi Jenderal bintang I.

Awalnya Tito berbicara soal masalah internal yang dia hadapi selama menjabat sebagai Kapolri. Dia mengaku menghadapi masalah ledakan Kombes tersebut.

“Saya hadapi persoalan internal, yaitu ledakan Kombes ini yang berkali-kali saya sampaikan ke teman-teman. Saya nggak tahu ada senior atau tidak, kalau ada senior saya minta maaf kalau ada salah,” kata Tito saat acara pisah sambut Kapolri di Mako Brimob, Cimanggis, Depok, seperti dilansir dari Detik, Rabu, 6 November 2019.

Kondisi ledakan jabatan Kombes tersebut, kata Tito, dimulai sejak angkatan ’83, ’84, hingga ’88. Sebelum angkatan itu, jabatan Kombes masih hanya diduduki beberapa orang saja.

“Saya sering bercanda, angkatan paling enak itu angkatan ’82, jumlah yang cuma 46 orang, tidur-tidur di rumah dijemput provos, pangkat Kombes disuruh naik bintang, karena jabatan banyak sementara Kombesnya sedikit,” ujarnya.

Namun, lanjut Tito, saat ini jabatan Kombes membludak sekitar 1.500 orang, dan sekitar 400 orang sudah lulus pendidikan tinggi Jenderal. Permasalahan naik pangkat bintang menurutnya yang menyita banyak pikiran.

Tito menjelaskan, tiap tahunnya hanya ada empat jabatan Jenderal yang pensiun, sementara saat ini sudah menunggu 400 orang untuk naik bintang I. Karena itu dia membuat terobosan dengan menaikkan pangkat Kapolda di beberapa Polda.

“Karena itu kita ambil terobosan antaranya jabatan-jabatan Kapolda kita bintang duakan, kemarin Bengkulu dan Sulteng,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini