Soal Kepsek Jadi Tersangka Teroris, Guntur Romli: Gimana Murid Tidak Intoleran

Soal Kepsek Jadi Tersangka Teroris, Guntur Romli: Gimana Murid Tidak Intoleran

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli turut menanggapi soal seorang Kepala Sekolah atau Kepsek yang ditetapkan sebagai tersangka teroris.

Guntur Romli menyinggung bahwa tidak mengherankan apabila ada murid yang intoleran sebab ada Kepsek yang menjadi teroris.

Ia pun lantas mengingat soal tiga dosa pendidikan yang pernah disampaikan oleh Mendikbudristek (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi), Nadiem Makarim soal tiga dosa pendidikan.

Adapun tiga dosa pendidikan itu adalah intoleransi, perundungan atau bullying, dan kekerasan seksual.

“Gimana murid tidak Intoleran, Kepseknya teroris,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya pada Kamis, 4 November 2021.

Baca Juga

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap dua tersangka teroris di Lampung.

Satu tersangka berinisial DRS adalah Kepala Sekolah di salah satu SDN di kawasan Pesawaran, Lampung.

“Jenis pekerjaan (DRS) PNS sebagai Kepala Sekolah SDN Pesawaran,” kata Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregari saat dikonfirmasi, Rabu, 3 November 2021, dilansir dari CNN Indonesia.

Aswin mengungkapkan bahwa DRS merupakan anggota jaringan teroris jamaah Islamiyah yang ditangkap oleh penyidik pada Senin, 1 November 2021.

Menurutnya, DRS tergabung dalam sebuah yayasan amal bernama Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

Adapun Yayasan amal ini, kata Aswin, diduga mengumpulkan dana untuk mendanai kegiatan kelompok teroris JI.

Ia juga mengungkapkan bahwa DRS sudah melakukan baiat atau sumpah setia ke salah satu amir JI.

Namun, Kombes Aswin tak merincikan lebih lanjut kapan baiat itu dilakukan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.