Soal Oposisi Pemerintah yang Gunakan Segala Cara, Lia Lestari: Kemarin Pakai Isu Agama

Soal Oposisi Pemerintah yang Gunakan Segala Cara, Lia Lestari: Kemarin Pakai Isu Agama

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Youtuber sekaligus selegram cantik, Lia Lestari mengungkapkan situasi terkini oposisi pemerintah yang dianggapnya telah menggunakan segala cara guna menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Hal itu ditulis pemilik kanal Youtube Lia Lestari’s Journey di akun Instagramnya, @Lia_Lestari29 pada Selasa 27 juli 2021 lalu.

Dalam komentarnya terkait hal itu pula, seperti dikutip Terkini.id, Sabtu 31 Juli 2021, ia mengunggah sebuah bagan yang menggambarkan narasi-narasi hoaks terkait corona, dengan judul gambar ‘Cluster, Narasi, dan Overlap’.

Soal Oposisi Pemerintah yang Gunakan Segala Cara, Lia Lestari: Kemarin Pakai Isu Agama
Lia Lestari. (Instagram/Lia_Lestari29)

Sekadar diketahui, dalam konten-konten videonya, Lia Lestari sering mengangkat tema terkait konspirasi, sejarah, geopolitik, bahkan agama. Kendati demikian, inti dari videonya mayoritas menunjukkan kegelisahannya terhadap gerakan-gerakan radikalisme dan anti pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Salah satu videonya yang cukup keras menyoal hal itu dapat dilihat dari konten dengan judul “Siapa Dalang di Balik Ributnya ‘HRS’ Akhir-Akhir Ini?” yang tayang perdana pada 22 November 2020 lalu, dan telah ditonton 183.276 kali.

Baca Juga

Selain itu, dalam videonya yang lebih aktual, Lia Lestari membahas video serupa dengan judul “Sosok Penumpang Gelap yang Ingin ‘Menggoyang’ Indonesia Pakai Isu Teori Konspirasi” yang tayang perdana pada 21 Juli 2021, dan telah ditonton 28.964 kali.

Soal Oposisi Pemerintah yang Gunakan Segala Cara, Lia Lestari: Kemarin Pakai Isu Agama
Lia Lestari. (Instagram/lia_lestari29)

Demikian juga dalam akun Instagramnya, ia pun menyorot dan membahas isu-isu sensitif secara gamblang.

Berikut isi tulisan Lia Lestari di akun Instagram @Lia_Lestari29 yang dikutip Terkini.id secara langsung:

Dari data ini saja sudah terlihat, oposisi pemerintah menggunakan segala macam isu untuk menimbulkan ketidakpercayaan kepada pemerintah. Kemarin pakai isu agama. Setelah panglima perangnya ditangkap dan dipenjara, ganti isu konspirasi yang ditunggangi dan dimanfaatkan untuk menggoyang pemerintah.

Oposisi memang diperlukan dalam pemerintahan, agar pemerintahan tidak menjadi diktator. Tapi oposisi yang baik adalah mengkritik + memberikan solusi bila pemerintah salah atau ada kekurangan. Sedangkan oposisi di Indonesia sekarang sudah kacau balau. Isinya orang-orang yang sakit hati karena dipecat, orang yang haus kekuasaan, orang yang ketar-ketir karena utangnya ratusan triliun ditagih pemerintah, plus orang-orang yang nggak kebagian “kue” di pemerintahan baru ini karena nggak dapat jabatan.

Kritik mereka tidak lagi murni karena ingin membangun Indonesia. Tapi asalkan Jokowi mundur dari presiden. Terus kelompok perwakilan mereka yang ada di pemerintahan. Saya sedang menelusuri apakah oposisi ini juga ditunggangi oleh elit-elit asing?

Sebab saya melihat paparan dari Lembaga Kajian Anak Bangsa, demo Jokowi End Game kemarin bayarannya Rp 100 juta dsb. Entah Rp 100 juta itu untuk mahasiswanya doang, atau Rp 100 juta itu untuk mahasiswa + korlapnya. Tidak disebutkan detail.

Membedakan oposisi yang murni ingin membangun Indonesia dengan oposisi yang toxic cuma pengen lengserkan pemerintahan yang bagus itu gampang kok. Kalau oposisi kerjaannya nyinyir mulu tanpa solusi + mulai pencitraan + dikit2 mau lengserkan pemerintah = oposisi toxic. Oposisi yang baik adalah oposisi yang mengkritik tapi juga memberikan solusi dan patuh pada UU. Tidak dikit2 lengserkan Jokowi. Selama ini oposisi yang baik setahu saya cuma @mardiguwp aja.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.