Terkini.id, Jakarta – Adhie Massardi selaku Koordinator Indonesia Bersih mengatakan dikeluarkannya Perppu Cipta Kerja berhubungan dengan pernikahan antara Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dan adik Jokowi, Idayati.
Lewat media sosial pribadinya Adhie Massardi berpendapat adanya pernikahan itu membuat Jokowi dengan mudah untuk mengeluarkan Perppu Cipta Kerja.
“DULU sdh diingatkan Meranjangnya Ketua MK dng adik Presiden Widodo akan bikin masalah negara jadi urusan keluarga,” ujar Adhie Massardi, dilansir dari Twitter @AdhieMassardi, Kamis 6 Januari 2023.
“Maka enteng saja bagi Widodo nerbitkan Perpu atas dasar UU yg oleh Kantor Adik Ipar dianggap bermasalah,” lanjutnya.
Ia menyebutkan dampak dari ‘hubungan satu ranjang’ ini membuat hukum tata negara di Indonesia menjadi kacau.
“Kalau sudah begini maka tatanegaraan jd tak tertata,” katanya.
Disisi lain, pada bulan Juni 2022, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman menjawab kontroversi pernikahannya dengan adik Jokowi, Idayati.
Menurutnya, ia tidak mengetahui bahwa Idayati memiliki hubungan sedarah dengan orang nomor satu di Indonesia.
“Saya cerita sedikit, perkenalan ini sangat singkat, Oktober 2021, lamaran bulan Maret, Jadi saya enggak nyangka beliau ini adiknya seorang presiden,” tutur Anwar Usman.
Kemudian ia menepis kabar bahwa pernikahannya adalah pernikahan politik.
“Wah apakah saya tahu, bahwa almarhum istri saya akan meninggal dan saya tidak kenal kok (dengan Idayati). Demi Allah,” ucapnya.
“Misalnya ada yang menuding, ini perkawinan politik. Lah, saya bukan partai politik. Apa yang saya cari? Lha untuk apa? Pak Jokowi juga tidak bisa lagi ikut Pilpres 2024, sudah 2 periode,” sambungnya.
“Setelah Pak Jokowi menyetujui saya dengan adiknya untuk dinikahkan, lagi-lagi saya enggak tahu, secara kebetulan atau bagaimana, tapi yang pasti tidak ada yg kebetulan menurut Tuhan, menurut Allah, menurut agama islam, saya yakin semua agama begitu,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya pada Jumat 30 Desember 2022, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Perppu Cipta Kerja diterbitkan karena adanya ancaman resesi ekonomi global.
“Jadi memang kenapa perppu, kita tahu kita ini kelihatannya normal tapi diintip oleh ancaman-ancaman ketidakpastian global, saya sudah berkali-kali menyampaikan beberapa negara yang menjadi pasiennya IMF, 14. Yang 28 ngantri di depan pintunya IMF untuk juga menjadi pasien,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
