Masuk

Soal UMK 2023, Buruh Minta 10 Persen, Pengusaha Tak Lebih 5 Persen

Komentar

Terkini.id, Makassar – Penetapan besaran kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) mengalami penundaan. Kendati begitu, buruh meminta ada kenaikan 10 persen dari sebelumnya.

“Berdasarkan peraturan menteri yang baru untuk Makassar ini semestinya bisa di angka 10 persen kenaikannya dari UMK sekarang,” ujar Ketua Konfederasi Serikat (KSN) Mukhtar Guntur, Kamis, 24 November 2022.

Dia mengatakan, jika mengacu pada regulasi, maka kenaikan tersebut memang haruslah lebih tinggi dari UMP.

Baca Juga: Penurunan Permintaan Barang Produksi Pabrik Tekstil Dari Luar Negeri, 500 Ribu Buruh Terancam PHK dan Dirumahkan

Saat ini serikat buruh merekomendasikan UMP berada di angka 8 persen. Sedangkan dari akademisi 6,6 persen. 

“Jadi serikat buruh itu kan mintanya disesuaikan dengan kenaikan BBM. Itu tuntutan kita hanya, di dewan pengupahan, mungkin melihat pertimbangan dari berbagai pihak sehingga begitu rekomendasinya,” tuturnya.

Pertimbangannya, kata dia, tingkat ekonomi sudah sepenuhnya pulih. Bahkan, dari hasil pertemuan dengan DPR RI, laporan dari Pemprov Sulsel menyebutkan Sulsel menjadi daerah yang cukup cepat pertumbuhannya dibanding daerah lain.

Baca Juga: KUR Tahun Depan Naik Jadi Rp460 Triliun, Airlangga Sebut Pengusaha Berpotensi Dapat KUR untuk Pertanian

Termasuk di tingkat Kota Makasar mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Sehingga semestinya ini harus dibarengi dengan kenaikan upah yang lebih baik.