Kondisi perusahaan, kata dia, juga cukup berat, imbas dari Covid-19 baru saja usai ditambah adanya faktor geopolitik perang.
“Beberapa perusahaan kita lihat itu sudah lakukan PHK, perusahaan yang zero, tidak ada penerimaan,” jelasnya.
Dia mengatakan APINDO Makassar akan melakukan pertemuan dengan ratusan perusahaan untuk menjelaskan masalah UMP dan UMK.
Ia berharap tetap terbuka lapangan pekerjaan, namun jika standar upah sangat tinggi, maka perusahaan akan berpikir lebih lanjut. Sebab masih ada sejumlah kewajiban perusahaan untuk membayarkan BPJamsostek hingga kesehatan.
“Bukan satu komponen saja, ada pengaruh lainnya sampai tunjangan juga berpengaruh, tidak mungkin juga kita perusaan mau naikkan harga di tengah situasi seperti ini,” tandasnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makasar, Nielma Palamba mengaku belum bisa melihat besaran UMK yang akan ditetapkan nantinya.
Soal perbedaan-perbedaan tanggapan ini mesti dilakukan pertemuan bersama antar dewan pengupahan.
“Maaf untuk kota belum menetapkan UMK, Harus kami rapatkan dengan Dewan Pengupahan berdasarkan formula yang ditetapkan oleh Kemenaker,” jelas Nielma.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
