Ini Solusi Danny Pomanto agar F8 Tetap Dilaksanakan

Mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan
Mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto / Kamsah

Terkini.id, Makassar – Mantan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, Festival Makassar Eight Festival and Forum atau F8 menjadi siri’ (harga diri) warga Kota Makassar. Sehingga, pelaksanaannya mesti tetap harus terlaksana.

“Meski pemerintah tidak mau menjadi pelaksana,” kata Danny, Kamis 18 Juli 2019.

Menurutnya, F8 sudah dikenal di dunia internasional. Banyak negara bersedia hadir berpartisipasi. Begitu juga dengan kota-kota lain di Indonesia.

Danny mengusulkan agar pemerintah memberikan kepercayaan kepada swasta. Jika pemerintah tidak sanggup melaksanakan F8.

“Soal teknisnya, bisa kerjasama dengan Kementerian,” ungkapnya.

Swasta bisa mencari anggaran melalui sponsor. Pemerintah cukup memberi izin dan fasilitas pendukung. Untuk kesuksesan acara.

Danny mengaku banyak menerima keluhan dan kekecewaan masyarakat atas pembatalan F8. Sebab F8 sudah menjadi milik warga Makassar.

“Tidak hanya menampilkan budaya dan seni, F8 juga telah menggerakkan ekonomi warga,” ungkapnya.

Danny membantah informasi yang beredar bahwa F8 adalah proyek pribadi dan kepentingan politik.

“Ini bagia dari industri kreatif. Harus dibedakan itu. Ini bukan politik. Ini demi Makassar, demi Indonesia,” ujarnya.

Pembatalan F8 membuat masyarakat pecinta seni gelisah. Pasalnya, mereka menganggap kegiatan tersebut wadah mengekspresikan gagasan, ide, dan kebudayaan Makassar.

Bersama dengan para kurator dan pelaku UMKM, Kreator Muda Makassar mendatangi kediaman mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Kamis, 18 Juli 2019.

Mereka menaruh harapan kepada para pemangku kebijakan dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk tetap melaksanakan Makassar F8 yang sudah masuk menjadi event top ten kalender pariwisata nasional.

Mahasiswa UNM Makassar, Jabalvski, mengatakan Makassar F8 merupakan rumah para seniman mengeksplorasi karya-karya seni.

Sehingga dengan dibatalkannya F8 dianggap mematikan karya-karya para seniman. Utamanya kreator muda.

“Harapan saya dan teman-teman kreator muda Makassar, pemerintah membuka ruang berkreatifitas,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini