Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyediakan opsi bagi warga yang menolak melakukan pemeriksaan kesehatan oleh Detektor Covid-19.
“Nanti saya kirimkan ki aplikasi, isi maki itu, tensi sendiri, ada dokter di rumahmu atau panggil dokter, saturasi sendiri, kalau sudah lapormi,” kata Danny Pomanto, Selasa, 13 Juli 2021.
Selain itu, ada pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan yang perlu diisi. Danny menilai bukan Detektor Covid-19 yang paling penting. Melainkan, kata dia, apa yang akan dideteksi.
“Tapi jangan bilang detektor pembawa virus, kalau kau bilang begitu harus ada bukti, kalau tidak ada bukti itu fitnah loh. Kasihan anak-anak, membentuk relawan 15 ribu itu tidak gampang,” paparnya.
Menanggapi isu yang beredar soal dirinya mengancam masyarakat yang menolak melakukan pemeriksaan kesehatan oleh Detektor Covid-19.
- Pengelolaan Data Carut-marut, Honor Relawan Detektor Covid-19 Tak Kunjung Cair
- Diduga Manajemen Buruk, 10 Ribu Relawan Detektor Covid-19 Belum Terima Insentif
- Dewan Desak Pemkot Makassar Tuntaskan Tunggakan Insentif Detektor Covid-19
- Detektor Covid-19 Keluhkan Honor, Danny Pomanto: Ini Awalnya yang Berat
- Waspadai Pandemi Covid-19 Gelombang Ketiga, Danny Pomanto: Kemungkinan Desember
“Saya bilang jangan maki ikut, kalau tidak ikut tidak dapat barcode karena semua pelayanan publik akan menggunakan barcode,” kata Danny.
Menurutnya, barcode menjadi sistem Pemerintah Kota Makassar terhadap seluruh akses pelayanan publik.
“Maka kalau kau tidak diperiksa berarti tidak dapat barcode, berarti tidak bisa bikin apa-apa dalam fasilitas pelayanan pemerintah kota,” sebutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
