Sopir Angkot di Sudiang Makassar Jadi Korban Pengeroyokan, Ini Kronologinya

Sopir Angkot
Sopir Angkot di Sudiang Makassar jadi korban pengeroyokan. (Foto: Istimewa)

Terkini.id, Makassar – Dimas (30) sopir angkutan kota (Angkot) alias Pete-pete, menjadi korban pengeroyokan warga di depan Asrama Haji Sudiang, Jalan Bumi Laikang Indah Makassar, Sabtu, 7 September 2019.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 WITA saat Dimas beserta istri dan anaknya, Nursiah (30) dan Fadil (6) hendak mengembalikan mobil kepada bosnya.

Saat Dimas ingin berbelok arah, tiba-tiba mobil yang dikemudikannya ditabrak dari arah belakang oleh dua wanita yang berboncengan.

Kejadian tersebut menyulut tindakan main hakim sendiri warga setempat dan langsung memukuli Dimas.

“Setelah saya dipukul, saya pergi melapor ke Bos. Terus istri dan anakku ditahan sebagai jaminan,” tutur Dimas.

Nursiah yang bekerja sebagai Cleaning Service di Rumah Sakit Pelamonia Makassar ini juga mengalami penganiayaan oleh dua wanita yang menabrak mobilnya.

“Disiksa ka juga kodong, ditarik-tarik rambutku sama dia tampiling ka juga. Dia kira mau lari suamiku. Teriak juga bilang kalau tidak ada suaminya, istrinya saja bunuh. Anaknya saja bunuh,” tuturnya sambil menahan tangis.

Mirisnya, tindakan tidak berperikemanusiaan berupa penjarahan juga dialaminya.

“Dibongkar tasku kasian. Dia kasi keluar semua uangku. Ada mungkin Rp 100.000 dia ambil. Alasanya mau cari HP tapi tidak punya ka jadi uangku mereka ambil. Receh-receh ji mereka sisakan,” lanjutnya.

Tindakan main hakim sendiri dilanjutkan warga setelah Dimas kembali ke lokasi kejadian. Pemukulan yang dialaminya pun kian brutal karena jumlah warga semakin bertambah.

Saat ini, kondisi Dimas masih bengkak di bagian mata kiri. Sementara Nursiah mengeluhkan kepalanya yang masih sakit dan kakinya yang bengkak.