Terkini.id — Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr Sawedi Muhammad menilai, himbauan calon wali kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) pada di closing statemen pada debat kandidat Pilwali baru-baru ini
Menunjukkan kualitas pribadi sebagai pemimpin yang berjiwa besar yang selalu mengedepankan cara-cara fair dalam meraih tujuan.
Dalam debat Pilwali Makassar kemarin, insiden penikaman salah satu pendukungnya memantik perhatiaan Appi untuk mengajak seluruh pihak menyajikan Pilwali damai pada ‘Closing Statementnya’. Bukan justru mengajak masyarakat memilih dirinya di bilik TPS nanti.
Ada tiga poin penting dalam pengamatan sang sosiolog melihat sikap kandidat berjargon Makassar Bangkit itu.
Dr Sawedi memandang sikap Appi ingin menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan Pilkada damai tanpa kekerasan, tanpa teror, tanpa intimidasi dan tidak menghalalkan segala cara.
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
- Bupati Sidrap Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
- Kemendagri Setujui Seleksi Direksi PDAM Makassar Dilanjutkan
- IKAFE Unhas Ingatkan Ancaman 'Drifting Economy', Stabilitas Bisa Kehilangan Daya Dorong Transformasi
Menurutnya, penikaman salah satu pendukung Appi-Rahman oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dapat memicu pembalasan dengan kekerasan dan Appi-Rahman tidak menginginkan hal itu terjadi.
“Olehnya itu beliau menyerukan bahwa Pilkada Makassar harus berlangsung damai meski timnya telah menjadi korban kekerasan,” ungkapnya.
Selanjutnya yang kedua, Dr Sawedi berpendapat, sesuai dengan kaidah demokrasi yaitu bersaing secara fair dan sehat, Appi menunjukkan ke publik bahwa dirinya konsisten dengan cara-cara kampanye yang santun dan bermartabat.
“Sesuai kaidah demokrasi yaitu bersaing secara fair dan sehat. Pak Appi ingin memastikan bahwa pemimpin kota Makassar haruslah yang terbaik yang dipilih oleh rakyat Makassar melalui cara-cara yang terhormat,” terang Dr Sawedi.
Ketiga, Appi seolah ingin menegaskan bahwa keselamatan semua anggota timnya dan seluruh warga Makassar adalah prioritas utama.
“Kampanye meraih dukungan publik bukanlah tujuan akhir dari demokrasi tetapi sebagai proses yang sejatinya dilalui tanpa teror dan tanpa kekerasan,” ujarnya.
Sebelumnya dalam sesi penutup debat terbuka, Appi memulai kalimatnya dengan suara lirih seraya menyerukan pesan pilkada damai pasca mengetahui salah satu tim suksesnya Muharram Madjid atau yang akrab disapa Musjaya menjadi korban pembacokan orang tak dikenal.
Musjaya mengalami luka cukup dalam akibat ditusuk dengan benda tajam di bagian tubuh pinggang belakang sebelah kiri saat hendak mengikuti acara debat Pilwalkot Makassar di salah satu stasiun TV Swasta di Jakarta.
Appi juga mengajak kepada seluruh pendukungnya untuk tetap tenang dan menyerahkan perkara ini pada pihak kepolisian serta sama-sama mendoakan korban agar segera pulih dari sakitnya.
Selepas debat, Appi langsung bergegas menuju RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat guna menjenguk pendukung setianya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
