Masuk

Stafsus Erick Thohir Soal Hacker Bjorka: Hacker Kok Masuk Politik

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Menteri BUMN menanggapi cuitan Bjorka, hacker yang sedang ramai diperbincangan di jagat media sosial Twitter.

Pasalnya, Bjorka membuka beberapa data pribadi terkait pejabat tinggi negara seperti Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Puan Maharani hingga Erick Thohir.

Stafsus Erick Thohir merasa heran dengan kelakukan hacker Bjorka. Karena menurut Arya, mengapa hacker mengurusi kepentingan politik.

Baca Juga: Relawan Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa Saat Jokowi Tiba di GBK

Hal tersebut disampaikan Arya melalui  detik.com, Minggu 11 September 2022.

“Hacker kok masuk politik ya?” kata Arya.

Pada cuitan yang ditujukan untuk untuk Menteri BUMN, Bjorka menyinggung kenaikan harga BBM yang terjadi beberapa waktu lalu dan juga aktivitas Erick Thohir lainnya.

Baca Juga: Soroti Munas Hipmi Ricuh, Ismail Fahmi: Pakai Backsound Pesona Indonesia Lebih Pas

how are you sir @erickthohir? you should work instead of going around doing unimportant things. trust me, you will never be president, don’t waste your time. don’t you care about the current price of fuel? [apa kabar pak @erickthohir ? Anda harus bekerja daripada berkeliling melakukan hal-hal yang tidak penting. percayalah, Anda tidak akan pernah menjadi presiden, jangan buang waktu Anda. apakah kamu tidak peduli dengan harga bahan bakar saat ini? -red]” sindir akun Twitter @bjorkanism yang kini sudah dibekukan oleh Twitter.

Berdasarkan artikel yang Terkini.id kutip dari CNBC Indonesia, nama ‘Bjorka’ muncul terkait peretasan data dari Indonesia sejak Agustus lalu.

Kemunculan hacker ini, termasuk pernyataan-pernyataannya, diketahui lewat situs forum breached.to. Sosoknya memang begitu misterius.

Kembali mengutip Detik.com, Bjorka mengatakan, dirinya telah menjual sebanyak 105 juta data milik warga negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: Munas Hipmi Ricuh Hingga Adu Jotos, Ketua Panitia Minta Maaf!

Ia juga mengklaim memiliki 1,3 miliar data registrasi SIM card prabayar Indonesia, yang terdiri atas NIK, nomor telepon, operator seluler, hingga tanggal registrasi.