Terkini.id, Makassar – Menyusul seruan bersama dari kalangan akademisi Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Indonesia untuk memastikan efektivitas dan efisiensi Pemilu 2024, kini giliran para guru besar dan dosen dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang menyuarakan maklumat mereka.
Pernyataan sikap yang berjudul “Unhas Bergerak untuk Demokrasi” dibacakan oleh Prof Amran Razak bersama beberapa dosen Unhas di pelataran gedung rektorat berwarna merah ikonik kampus tersebut pada Jumat, 2 Februari 2024.
Pernyataan dan seruan ini muncul beberapa jam setelah calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan politik bersama 50 ribu tim dan relawan di GOR Sudiang Makassar, sebelum Sholat Jumat.
Prof Amran Razak, sebagai inisiator deklarasi, menjelaskan bahwa tujuannya adalah agar para pemimpin dapat menjaga demokrasi, terutama karena mereka adalah pelaku utama dalam gerakan reformasi, yang memiliki kewajiban mempertahankan nilai-nilai tersebut sepanjang hidup mereka.
“Dalam mengemban peran dalam menjalani konstelasi politik untuk mengembalikan reformasi ke jalur yang benar, berbagai pendekatan mungkin dipertimbangkan, tetapi kita memiliki prinsip-prinsip dasar dalam membangun bangsa,” ungkapnya.
- Daftar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, UNM Peringkat Kedua
- Aliyah Mustika Ilham Dukung Program BPJS Kesehatan Masuk Kampus di Unhas
- Pendidikan Vokasi Unhas Go Global, Fokus Cetak Talenta AI dan Industri Digital
- IKA Arsitektur UNHAS Siap Gelar Halal Bi Halal 2026, Perkuat Kolaborasi Alumni dan Industri
- Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud Raih Gelar Doktor Ilmu Politik Predikat Cumlaude di Unhas
Prof. Amran menekankan pentingnya memelihara demokrasi demi generasi mendatang. Jika demokrasi sulit dipertanggungjawabkan, maka sulit bagi bangsa ini untuk menjaga martabatnya di mata dunia.
Ia menegaskan perlunya memantau ketegangan ini untuk mencegah kerusakan pada demokrasi dengan mematuhi landasan hukum yang jelas.
“Mari kita kembali menjaga koridor demokrasi, tidak keluar dari batasannya. Jika keluar dari lingkungan kampus, wajib untuk mengingatkan diri sendiri agar kembali ke dalam sebagai penjaga peradaban,” tegasnnya.
Pernyataan dari forum guru besar dan dosen Unhas, “Unhas Bergerak untuk Demokrasi,” mencakup beberapa poin penting:
- Senantiasa menjaga dan mempertahankan Pancasila serta UUD 1945 dalam pelaksanaan pemilu sebagai instrumen demokrasi.
- Mengingatkan Presiden Jokowi, pejabat negara, aparat hukum, dan aktor politik untuk tetap berada dalam koridor demokrasi, menekankan nilai-nilai kedaulatan rakyat dan keadilan sosial dalam berdemokrasi.
- Meminta KPU, Bawaslu, dan DKPP sebagai penyelenggara pemilu untuk bekerja secara profesional, independen, transparan, adil, jujur, dan tidak berpihak.
- Menyerukan kepada masyarakat dan elemen bangsa untuk bersama-sama menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan bermartabat, memastikan pemilu berlangsung jujur dan aman, serta agar hasilnya mendapat legitimasi kuat dan penghormatan terhadap suara rakyat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
