Terkini.id, Makassar – Pergantian struktur pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menuai sorotan publik lantaran penuh kontroversi. Pasalnya, beberapa bulan terakhir telah terjadi beberapa kali pergantian jabatan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Muh Ansar mengatakan, hal tersebut adalah penataan pejabat struktural pemerintahan.
“Jadi itu adalah penataan, baru-baru itu yang seribu orang lebih itu adalah proses pengembalian, kemudian kita mau tata lagi,” kata Ansar, Senin, 25 November 2019.
Ansar menilai penataan yang dilakukan wali kota sebelumnya juga merupakan penataan, namun terjadi suatu persoalan sehingga dilakukan pengembalian.
“Itu bukan berarti ada yang tidak berkompentensi tetapi karena sesuatu hal sehingga mau dilakukan penataan kembali,” ujarnya.
- Wakil Walikota Makassar Aliyah Sambut Dubes Swiss, Buka Peluang Kolaborasi
- Pemkot Makassar Siapkan "Pasukan Data", Gandeng BPS untuk Cetak ASN Ahli Statistik
- Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026
- Program Pendidikan dan Hunian Layak Antar Makassar Raih Dua Penghargaan dari Kemendagri
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Hadiri Urban Climate Forum 2026 di Jakarta
Dampak dari penataan tersebut yakni terjadi beberapa jabatan lowong pada struktur Pemerintah Kota Makassar. Dengan dasar itu, Ansar menyebut, akan melakukan lelang jabatan.
Hanya saja, ia enggan merincikan perihal waktu lelang jabatan.
Beberapa jabatan di pemerintah Kota Makassar masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) hingga proses lelang di buka bagi eselon II.
“Kita tunggu sampai lelang dibuka untuk eselon II. Kalau III dan IV nanti akan dilakukan penataan ulang kembali,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
