Rekaman Lurah di Makassar Minta Suara, Danny: Itu Masalah Pribadi

Danny Pomanto
Walikota Makassar, Danny Pomanto

Terkini.id, Makassar – Menanggapi rekaman yang beredar beberapa hari lalu yang diduga kuat Lurah Maccini Gusung, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto pun angkat bicara.

Ia menilai percakapan itu sifatnya pribadi karena cuma dua orang yang berbicara, itu sangat privat.

”Yang melakukan rekaman tersebut akan ditangkap karena melanggar Undang-undang IT. Kalau dia bicara, terserah apapun dia punya kapasitas yang jelas itu pesoalan pribadi karena bicara pada person. Dia kan bicara satu-satu,” kata Danny pada pewarta di Hotel Condotel, Sabtu 16 Maret 2019.

Terlepas dari itu, Danny mengatakan kalau memang dianggap salah maka ia akan memberhentikannya.

“Beliau istirahat dulu lah, tapi kita lihat kondisi bagaimana. Karena kalau saya itu persoalan pribadi. Kau juga kalau bicara sama cewekmu terus direkam orang, itu pribadi sekali,” pungkasnya.

Namun, Danny membenarkan jika lurah tersebut bicara di depan publik dan menggunakan fasilitas negara baru dianggap salah.

“Kecuali kalau dia bilang kau harus dukung ini-dukung itu, ah, itu salah,” pungkasnya.

Isi rekaman

Adapun percakapan rekaman yang berdurasi 22 menit itu mengarahkan untuk mencarikan suara untuk istri Wali kota Makassar, Indira Yusuf Ismail yang maju sebagai Calon Anggota Legislatif DPRRI dan capres nomor urut 01 Jokowi.

Berikut kutipan rekaman yang diduga seorang Lurah (L) dengan seseorang yang diduga salah satu Ketua RT (RT).

L: Bagaimana sampahmu?

RT : Selesimi, Bu.

L : Oh, iya dibantuko ibu haji di?

RT : Kalau anu, Bu (gelagapan). Saya nda bisa. Saya sudah lama di Prabowo.

L : Bagaimana Indira, berapa ko mau kasi saya Jokowi?

RT : Nanti Bu saya lihat. Insya Allah.

DDL : Oke, Bantuma. Terus Ibu Indira bagaimana? Ibu Wali. Ibu Wali tu Caleg DPR RI ku itu. Itu arahannya kita. Siapa caleg DPR RI mu?

RT : Saya, Ashabul Kahfi Bu (Ketua DPW PAN Sulsel).

L : PAN, Begitu di? Nda bisa kau bantu saya?

RT : Yang mana Bu?

L : Itumi, nanti saya kirimkanko fotonya. Ibu Indira. Masa kau tidak tahu Ibu Wali. Kauka anu duduko bela. Mau tommako dikasi nai anumu, insentifmu. Tapi kayaknya susah di situ di?

RT : Biarpun saya di Jokowi, misalkan, tapi susah Bu. Karena warga semua di Prabowo. Tapi nanti saya coba teman-teman warga, siapa tahu warga ada yang berminat, satu rumah satu orang toh.

L: Berapa orang wargamu?

RT: 53 orang.

L: Na dapatji itu kapang.

RT: Insyaallah, Bu.

Berita Terkait
Komentar
Terkini