Tak Setuju Keputusan Pimpinan Rapat Bamus, Ini Kata Dua Wakil Ketua DPRD Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Jeneponto terkait penentu jadwal rapat paripurna terkait pergantian ketua DPRD Jeneponto yang berlangsung di ruang rapat komisi I DPRD Jeneponto, Senin, 13 Januari 2020 memutuskan konsultasi ke Mendagri.

“Keputusan rapat Bamus tadi, Ibu Salmawati selaku ketua DPRD Jeneponto memimpin rapat, tidak ada tanggal paripurna karena dia mau konsultasi dulu ke Mendagri, dan salah seorang anggota Bamus yang mengusulkan untuk konsultasi ke Partainya (Gerindra),” jelas Wakil I DPRD Jeneponto, Irmawati.

Dengan tegas legislator Golkar itu mengatakan ketidak setujuannya untuk melakukan konsultasi ke Mendagri dan DPP Gerindra.

“Saya selaku anggota Bamus dalam hal ini sebagai unsur pimpinan DPRD Jeneponto tidak setuju untuk konsultasi lagi, karena kita sudah konsultasi ke Biro Pemerintahan Provinsi Sulsel, apalagi konsultasi ke DPP Gerindra itu bukan rana saya, itu rumah tangga Gerindra,” tegasnya

Menurutnya, apa yang diputuskan oleh pimpinan rapat Bamus dalam hal ini ketua DPRD Jeneponto itu membuang-buang anggaran.

“Anggota Bamus DPRD Jeneponto sudah konsultasi ke Biro Pemerintahan Provinsi Sulsel terkai pergantian ketua DPRD dan Biro Pemerintahan memberikan renspo untuk rapat Bamus penentuan jadwal rapat paripurna terkait pergantian ketua DPRD, jadi buat apa lagi kita konsultasi ke Mendagri,” ungkap Irmawati

Irmawati juga menjelaskan tujuan dari rapat Bamus DPRD tersebut.

“Tujuan rapat Bamus ini adalah mengagendakan rapat paripurna, nantilah di rapat paripurna dibahas terkait pemberhentian Ketua DPRD Jeneponto berdasar dari SK DPP Gerindra dan mengusulkan pergantian ketua DPRD Pemprov, pelantikan ketua DPRD kab nanti keluar SK dari Gubernur,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Jeneponto, Imam Taufiq juga tidak setuju untuk konsultasi lagi, apalagi konsultasi ke DPP Gerindra.

“Saya sangat tidak setuju untuk konsultasi, apalagi konsultasi ke DPP Gerindra, Pak Sekwan sudah konsultasi ke DPP Gerindra, jadi buat apa kita mau konsultasi lagi, rapat tadi kan hanya untuk menentukan jadwal rapat paripurna, rapat tadi tidak memberikan ruang untuk voting suara,” kata Imam Taufiq

Sementara dari beberapa anggota Bamus DPRD Jeneponto yang konfirmasi juga tidak setuju untuk konsultasi, dengan alasan sudah konsultasi ke Biro Pemerintahan Provinsi Sulsel.

Komentar

Rekomendasi

Warga Jeneponto Apresiasi Basarnas Bantaeng, Anggota BPBD Nyaris Diusir

Tak Sadar Berlalulintas, Sejumlah Pengendara di Jeneponto Terjaring Razia

Ketua Komisi IV DPRD Geram dengan Kasi Sapras Disdikbud Jeneponto, Ada Apa?

Wujudkan Program Nasional, Bupati Pimpin Penanaman Pohon di Jeneponto

Ketua PW PM Sulsel Lantik Pengurus PD Pemuda Muhammadiyah Jeneponto

Libatkan Mahasiswa KKN UMI, Kelurahan Tamanroya Jeneponto Gelar Musrenbang

Kadis Pertanian Jeneponto Didemo Puluhan Aktivis

Anggota DPRD Jeneponto Tak Hadiri Musrenbang, Kepala Kelurahan Empoang Kecewa  

Dibuka Bupati Jeneponto, 45 Tim Adu Strategi di Turnamen Futsal PB HPMT

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar