Tak Terima Tuntutan Jaksa, HRS: Ahok Si Penista Agama Hanya Dituntut 2 Tahun

Terkini.id, Jakarta – Terdakwa kasus swab test RS Ummi Habib Rizieq Shihab (HRS) menanggapi perihal tuntutan yang diajukan jaksa kepada majelis hakim perihal hukumannya.

Untuk kasus ini, Habib Rizieq dituntut 6 tahun penjara karena diduga melanggar protokol kesehatan dan UU Kekarantinaan Kesehatan.

Adapun pasal yang disebut jaksa yang dilanggar Habib Rizieq yakni pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun tentang 1946 Peraturan Hukum Pidana. 

Baca Juga: Adik Ipar Ketahuan Pacaran Pakai Mobil Polisi, Ahok Angkat Bicara

Rizieq dianggap melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong karena menyatakan kondisinya sehat meski terkonfirmasi COVID-19 saat dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020.

Menanggapi tuntutan jaksa, Habib Rizieq mengatakan dalam sidang pembacaan nota pembelaannya dalam sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 10 Juni 2021.

Baca Juga: Ternyata Polisi yang Pacaran di Mobil PJR Iparnya Ahok

Dalam pledoinya, ia menyayangkan sikap jaksa yang seakan-akan menganggap kasus pelanggaran protokol kesehatan lebih berat dari kasus korupsi dan tindakan penistaan agama.

“Ternyata juga bagi JPU bahwa kasus pelanggaran protokol kesehatan bukan hanya kejahatan biasa tapi kejahatan luar biasa,” tutur Habib Rizieq, dikutip terkini.id dari detik, Jumat 11 Mei 2021.

“Sehingga lebih jahat dan lebih berat dari pada kasus penistaan agama yang pernah dilakukan Ahok sehingga buat gaduh satu negeri,” lanjutnya.

Baca Juga: Ternyata Polisi yang Pacaran di Mobil PJR Iparnya Ahok

Habib Rizieq kemudian memberikan contoh kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diberikan hukuman hanya 2 tahun penjara.

Tak hanya kasus Ahok, Habib Rizieq kemudian mengungkit kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK senior Novel Baswedan.

“Ahok Si Penista Agama hanya dituntut Hukuman Percobaan 2 tahun, sedang Penyiram Air Keras ke Penyidik KPK hanya dituntut 1 tahun penjara, tapi kasus pelanggaran protokol kesehatan dituntut 6 tahun penjara,” kata Rizieq

“Jauh lebih jahat dan lebih berat dari pada kasus penyiraman air keras terhadap petugas negara dan Penyidik KPK Novel Baswedan sehingga salah satu matanya buta permanen,” lanjutnya HRS. 

Bagikan