Taliban Buat Aturan Baru Soal Mahasiswi Perempuan di Afghanistan, Begini Penjelasannya

Terkini.id, Internasional – Kelompok Taliban yang baru-baru ini telah menguasai kembali pemerintahan Afghanistan masih menjadi perbincangan eksis dalam lingkup internasional.

Baru-baru ini, pemerintahan Taliban di Afghanistan telah mengeluarkan aturan baru terkait diperbolehkannya mahasiswa berjenis kelamin perempuan untuk mengampuh pendidikan dalam tingkat universitas.

Talban mengeluarkan aturan bahwa untuk memperbolehkan perempuan melanjutkan studi di universitas hanya jika mereka dipisahkan dari laki-laki.

Baca Juga: Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem

Menteri Pendidikan Tinggi Abdul Baqi Haqqani mengatakan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar dapat memisahkan hal tersebut.

“Universitas harus memiliki kemampuan untuk memiliki gedung yang terpisah,” ungkap Haqqani dalam konfrensi pers yang dikutip terkini.id, dari ihram.co.id.

Baca Juga: Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati...

Ia menjelaskan bawa harus ada tempat-tempat yang disediakan untuk memisahkan mahasiswa dan mahasiswi di sana.

“Solusi pertama adalah harus ada tempat terpisah di mana anak laki-laki dapat dipisahkan dari anak perempuan,” lanjutnya.

Adapun solusi kedua yakni harus ada waktu yang terpisah. Maksudnya adalah waktu belajar dari mahasiswa laki-laki harus berbeda dari waktu belajar mahasiswi perempuan.

Baca Juga: Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati...

Selanjutnya untuk solusi terakhir, jika ternyata mahasiswi perempuan hanya sedikit, dalam situasi tersebut harus dibuatkan partisi di kelas.

Kendati demikian, Haqqani belum merincikan secara detail terkait apakah perempuan harus menutupi wajah mereka saat berada di lingkungan universitas atau kelas.

Dia pun menyebut untuk mata pelajaran tertentu juga harus dilakukan revisi, tetapi tanpa merincikan apa saja yang harus direvisi.

Seperti diketahui, sebelumnya Taliban juga telah melarang perempuan untuk berolahraga dan bermusik.

Adapun Komunitas Internasional telah melakukan pengamatan dengan seksama terkait sejauh mana bangsa Taliban benar-benar berubah, terutama dalam sikap mereka terhadap kaum perempuan.

Lebih lanjut, Haqqani juga menyebut bahwa Taliban tidak ingin memutar waktu kemabli 20 tahun. “Kami akan mulai membangun apa yang ada hari ini,” jelasnya.

Bagikan