Tanah yang Diracuni, Tubuh yang Dikhianati

Tanah yang Diracuni, Tubuh yang Dikhianati

K
Kamsah

Penulis

Bagaimana seorang pedagang pestisida bisa menjadi kepala daerah dari tanah yang diracuni?

Di ruang kelas, saya mengajar demokrasi. Tapi di lapangan, murid-murid saya mungkin telah melihat bahwa demokrasi kadang berjalan dengan pupuk subsidi dan utang kecil yang membesar. Bantuan menjadi alat kendali. Toko menjadi bank. Ratu Tani menjadi negara kecil.

Saya tidak tahu siapa yang akan membersihkan tanah Enrekang kelak. Tapi saya tahu: tanah yang terus diracuni, suatu hari akan berhenti memberi.

Dan saat itu datang, tidak ada jabatan politik, tidak ada pinjaman, dan tidak ada iklan program yang bisa menyelamatkan kita dari kelaparan.

Heidegger pernah menyebut tanah sebagai “yang menyembunyikan dan mengungkapkan.” Barangkali hari ini, tanah Enrekang sedang berbicara—lewat sayur yang tak tahan lama, lewat sawah yang cepat kering, lewat petani yang semakin diam.

Baca Juga

Dan seperti biasa di republik ini, suara terakhir datang dari tanah itu sendiri. Namun ketika ia akhirnya bicara, tak ada yang bisa menutup telinga. (*)

Hijra R, Penulis lahir di Enrekang, kini mengajar sebagai guru di Kota Makassar, dan aktif menulis isu-isu sosial, lingkungan, serta pertanian. Baginya, menulis adalah cara untuk merawat ingatan dan keberpihakan kepada mereka yang kerap dilupakan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.