Menurut keterangan ibu korban, pemasangan infus dilakukan dua kali oleh perawat lantai delapan dan gagal. Pada percobaan ketiga, barulah dipanggil petugas dari NICU yang dinilai lebih berpengalaman menangani bayi.
“Kenapa tidak dari awal dipanggil petugas bayi? Kenapa harus coba-coba dulu?” ujar ibu korban dengan nada kecewa.
Dokter kemudian menjelaskan bahwa cairan infus diduga keluar dari pembuluh darah (infiltrasi), menumpuk di bawah jaringan kulit dan menyebabkan pembengkakan berat yang menyerupai luka bakar.
Dipulangkan dalam Kondisi Tangan Membengkak
Setelah tujuh hari dirawat, korban dipulangkan meski tangan masih dalam kondisi membengkak. Keluarga mengaku telah menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak resepsionis dan manajemen rumah sakit sebelum pulang.
Namun selama lima hari di rumah, kondisi pembengkakan tidak membaik, justru semakin parah. Keluarga terus melaporkan perkembangan tersebut kepada pihak rumah sakit hingga akhirnya diminta kembali untuk tindakan lanjutan karena diduga terdapat cairan yang harus dikeluarkan dari tangan korban.
Hasil Laboratorium Memburuk, Operasi Dilakukan
- Strategi Human Capital Berbasis AI Antar BNI Raih Penghargaan LinkedIn
- Travel Umrah Sulsel Protes Kenaikan Tiket Lion Air, Kerja Sama Dihentikan Sementara
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
Pada 5 Februari 2026, hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan menunjukkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, di antaranya:
Hemoglobin (Hb): 9,8 g/dL (di bawah normal)
Trombosit: 710 ribu/μL (di atas normal 150–450 ribu/μL)
PCT: 0,6%
Nilai MCV dan MCH tetap rendah
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
