Terkini, Makassar — Seorang bayi perempuan berusia 9 bulan, ASA, mengalami luka serius berupa luka lebam dan pembengkakan berat pada tangan kanan usai pemasangan infus di RSIA Paramount Makassar
Orang tua korban menilai telah terjadi kelalaian fatal dalam penanganan medis yang berujung pada pembengkakan parah hingga tindakan operasi.
Pihak keluarga pun telah melayangkan somasi resmi kepada pihak rumah sakit dan menuntut pertanggungjawaban.
Kronologi: Masuk Karena Demam, Pulang dengan Luka Parah
Peristiwa bermula pada 19 Januari 2026, saat bayi ASA dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSIA Paramount dengan keluhan demam dan muntah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium hematologi tanggal yang sama, ditemukan sejumlah nilai darah berada di bawah ambang rujukan, antara lain:
- Strategi Human Capital Berbasis AI Antar BNI Raih Penghargaan LinkedIn
- Travel Umrah Sulsel Protes Kenaikan Tiket Lion Air, Kerja Sama Dihentikan Sementara
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
Hematokrit (HCT): 33,4% (rujukan 35–51%)
MCV: 67,5 fL (rujukan 78–102 fL)
MCH: 21,6 pg (rujukan 23–31 pg)
Meski demikian, keluarga berharap penanganan medis tetap dilakukan sesuai standar prosedur pelayanan kesehatan.
Infus Berulang, Kondisi Memburuk
Masalah mulai muncul setelah tiga hari perawatan. Tangan kanan bayi yang terpasang infus mengalami pembengkakan. Infus sempat dilepas, namun pada dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, dilakukan pemasangan ulang karena demam belum turun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
