Terkini.id, Jakarta – Masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan aksi teror yang terjadi di akhir bulan Maret 2021. Dikabarkan ada sebanyak dua aksi teror yang terjadi pada minggu akhir bulan Maret.
Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021 dilakukan oleh sepasang suami istri yakni ML dan YSF.
Beberapa hari kemudian, ZA, perempuan berusia 25 tahun yang melakukan penyerangan terhadap Markas Besar Polri, Rabu, 31 Maret 2021.
Ustaz Riza Muhammad kemudian memberi tanggapan mengenai kedua aksi teror ini dengan mengatakan turut berduka dan bersedih atas peristiwa kelam tersebut.
Hal itu ia sampaikan melalui Instagram TV yang ia unggah pada akun instagramnya.
- Densus 88 Kembali Meringkus 5 Pelaku Terorisme di Riau, Hingga Saat Ini 13 Orang Telah Diamankan
- Heboh Bendera Khilafah di Acara Pernikahan, Warganet: Tamunya Teroris?!
- Disebut Terhubung Dengan Teroris NII dan JI, Masyarakat Harus Waspada Terhadap Khilafatul Muslimin
- Serangan Kapak! Polisi Israel Tangkap 2 Warga Palestina Pelaku Penusukan Masal
- Himbau Warganya Hati-Hati Jika Pergi ke Indonesia, Amerika: Teroris Bakal Menyerang!
“Saya turut berduka cita, sedih, atas peristiwa meledaknya bom bunuh diri di Makassar, terus satu peristiwa baku tembak yang terjadi di kepolisian,” kata Ustaz Riza, dinukil dari Hops pada Sabtu, 3 April 2021.
Ia kemudian mengingatkan umat untuk tetap di jalan yang benar dan tidak tersesat.
“Oleh karenanya hal ini harus menjadi perhatian kita semuanya agar setiap Muslim kembali pada fitrah agama Allah. Dua perkara yang ditinggalkan Rasul, selama ia berpegang teguh kepada yang tidak akan pernah sesat, Quran, dan Hadist. Kalau menghadapi suatu persoalan, carilah jawabannya di Quran,” paparnya.
Kemudian, suami dari Indri Giana ini mengatakan firman Allah dalam Surat Al Isra ayat 33 menyebut kalau membunuh seseorang adalah dosa besar, apalagi orang tersebut tidak bersalah.
“Bagaimana hukum membunuh orang yang tidak bersalah? Dilarang membunuh jiwa yang tidak bersalah tanpa sebuah alasan yang benar karena itu sudah perintah, harusnya kita memakan patokan ini, jangan sampai melakukan aksi pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah sebab hal ini termasuk tujuh perkara dosa yang sangat besar,” ujarnya.
Oleh karenanya, dirinya mendoakan agar umat Muslim untuk senantiasa berpegang teguh pada Alquran dan Hadis.
“Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari pembelajaran ini agar kita berhati-hati dalam bersikap, menjadi Muslim yang taat yang berpatokan kepada Quran dan Hadist Rasulullah SAW,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
