Terkini.id, Jakarta – Eks Politikus Partai Demokrat yang juga merupakan Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean mengomentari sebuah video yang menunjukan massa Aksi Reuni 212.
Dalam hal ini, Ferdinand Hutahaean mengutarakan kekesalannya kepada Emak-emak yang terlihat dalam video tersebut.
Eks Politikus Partai Demokrat tersebut menjelaskan seharusnya Emak-emak yang mengikuti Aksi Reuni 212, masak di rumah untuk suami dan anak.
Hal tersebut disampaikan Ferdinand Hutahaean melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada Kamis, 2 Desember 2021.
“Ini Emak-emak bukannya masak dirumah untuk suami dan anak malah main kejalan,” kata Ferdinand, dikutip Terkini.id dari akun Twitter @FerdinandHaean3 pada Kamis, 02 Desember 2021.
- Unggah Foto Bersama Ruhut Sitompul, Twitter Ferdinand Hutahaean Dibanjiri Ratusan Komentar
- Ferdinand Hutahaean: Selama Tidak Ada Bukti, Perkataan Anies Baswedan dan Pendukungnya adalah Omong Kosong
- Anies Baswedan Dipanggil KPK Terkait Formula E, Ferdinand Hutahaean Titip Pertanyaan
- Ferdinand Hutahaean ke Anies Baswedan: Sudahlah Lebih Baik Diam, Sudah Tak Berguna!
- Kamaruddin Sebut Hukum Rusak di Tangan Jokowi, Ferdinand Hutahaean: Fokus Kasus Brigadir J, Jangan Beropini Jauh!
Untuk diketahui, dalam video berdurasi 1:13 menit yang diunggah akun Twitter @S4N_W1B1, Terlihat dengan jelas massa Aksi Reuni 212 dari kalangan kaum wanita yang sedang berkumpul mengikuti Reuni 212.
Dalam video tersebut juga terlihat beberapa aparat Kepolisian yang menertibkan perkumpulan kaum wanita tersebut.
Dalam hal ini, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa sebaiknya mereka yang mengikuti Aksi Reuni 212 dihimbau untuk segera membubarkan diri.
Jika tidak menurut, lanjut Ferdinan, lebih baik mereka disemprot menggunakan water cannon.
Menurut Eks Politikus Partai Demokrat tersebut, mereka yang membangkang terhadap pemerintah dan hukum, untuk tidak dibiarkan begitu saja.
“Sebaiknya dihimbau segera membubarkan diri dan jika tidak menurut, semprot saja pake water cannon,” ujar Ferdinand Hutahaean.
“Pembangkangan seperti itu terhadap pemerintah dan hukum negara jangan dibiarkan! Tindak!,” sambungnya
Untuk diketahui, akun Twitter atas nama Santoso Wibisono yang mengunggah video berdurasi 1:13 menit tersebut, juga menuliskan narasi bahwa kelompok Kadrun memaksa melaksanakan Reuni 212 walaupun tanpa izin.

“Kadrun nekat Reuni-an 212 biarpun tanpa izin. Pak Polisi tolong itu tangkap semua, buang ke Nusakambangan aja!,” pungkas akun Twitter @S4N_W1B1.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
