Tebar Ujaran Kebencian Perang Dengan Islam, Pemuka Organisasi Yahudi Inggris Mengundurkan Diri

Tebar Ujaran Kebencian Perang Dengan Islam, Pemuka Organisasi Yahudi Inggris Mengundurkan Diri

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pemuka organisasi Yahudi terbesar di Inggris resmi mengundurkan diri akibat komentarnya di media sosial yang dianggap menebar kebencian.

Dia adalah Gary Mond, Wakil Presiden Dewan Perwakilan Yahudi Inggris sekaligus Bendahara Dana Yahudi cabang Inggris.

Gary mengunggah komentarnya di Facebook yang berisikan bahwa “semua peradaban berperang dengan Islam.”

“Kita (Bangsa Yahudi) harus berharap bahwa para pemimpin kita menyadari fakta semua peradaban-Barat dan Timur, Amerika, Rusia, China, Israel, apa pun, itu tengah berperang dengan bajingan jahat ini,”

“Saya harus mengatakannya, berperang dengan Islam. Dan sebagaimana Islam telah kalah sebelumnya dalam sejarah, Islam akan kalah lagi,” ucap Mond dalam unggahan di Facebook sebagaimana dilansir dari Cnnindonesia.com Sabtu 15 Januari 2022.

Baca Juga

Akibat komentarnya itu dan beberapa aktivitasnya di media sosial yang dianggap mengumbar kebencian, Mond akhirnya diskors hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya di organisasi tersebut.

“Orang-orang penting di Dewan telah memperjelas bahwa mereka tidak lagi ingin bekerja dengan saya, yang secara efektif mendorong keputusan saya (untuk mundur),” ujar Mond dalam pernyataan pengunduran dirinya.

Penangguhan Mond ini menyusul laporan The Jewish News of London mengenai aktivitasnya di media sosial dalam beberapa tahun terakhir.

The Jewish News menemukan bahwa Mond dua kali menyukai postingan di Facebook yang ditulis oleh Pamela Geller, seorang aktivis anti-Islam keturunan Yahudi-Amerika.

“Kami sangat menyesali keadaan yang menyebabkan pengunduran diri Gary, yang menjadi catatan publik. Sebagai sebuah organisasi, kami berkomitmen untuk membina hubungan yang kuat dan positif dengan agama lain dan komunitas minoritas,” tulis Dewan dalam sebuah pernyataan.

Dalam pernyataannya, Mond menuliskan permintaan maaf atas tindakannya. Meski begitu, ia tetap membela bahwa komentarnya itu bukan bermaksud menebar kebencian, tetapi lebih kepada ‘Perbedaan pendapat.’

“Saya meminta maaf atas segala luka yang ditimbulkan akibat aktivitas Facebook saya bertahun-tahun yang lalu. Namun, ini tidak bisa menjadi pembenaran untuk setiap upaya untuk membungkam pemikiran yang kontradiktif,” tulis Mond.

“Saya mengambil pandangan yang sangat positif dari komunitas Muslim di negara ini dan senang bekerja dengan mereka, menentang dan mengutuk hanya untuk mereka yang ingin menyakiti komunitas Yahudi dan komunitas lain,” tambahnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.