Terkini.id, Jakarta – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menegaskan bahwa ide jabatan presiden tiga periode adalah ide yang zalim.
Oleh sebab itu, Mardani mengingatkan masyarakat untuk melek politik dan mewaspadai isu amendemen UUD 1945 yang menjadi celah penambahan masa jabatan presiden tiga periode.
“Kalau saya pribadi melihat peluang itu ada. Karena itu, civil society dan siapa pun harus hati-hati dan terus bekerja (mengawasi pemerintah),” ungkapnya pada Kamis, 2 September 2021, dilansir dari GenPi.
Mardani juga dengan tegas mengatakan bahwa partainya menolak penambahan presiden tiga periode.
Ia menyinggung bahwa hal yang sama juga sudah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menolak wacana tersebut.
- Mardani Ali Minta Kejagung Tangkap Apeng, Yusuf Dumdum: Jangan Sok Garang, Nanti Jadi Malu!
- Politikus PKS: Jika Terus Seperti Ini, Diamnya Pak Jokowi Bisa Multitafsir Dianggap Dukung Penundaan Pemilu!
- Soal Kerumuman Jokowi di Sumut, Mardani Ali: Percuma Imbau Masyarakat Jika Teladan dan Sistem Tidak Ditegakkan!
- Sindir Ketua Umum PKS Mardani Ali, Netizen: Dajjal Berwajah Santun
- Deklarasi Pilpres 2024, Mardani Ali: Waktu Masih Panjang dan Tiket Belum Ada Kepastian
Namun lagi-lagi, lanjut Mardani, PKS yang kini masih konsisten di garis oposisi mengingatkan bahwa politik itu dinamis.
Ia lantas menyinggung komitmen politik Jokowi yang menurutnya kerap berubah alias mencla-mencle.
“Sama awalnya ketika Pak Jokowi tidak ingin anak-anaknya, menantunya masuk (ke politik). Tetapi kan (akhirnya) masuk,” bebernya.
Menurut Mardani, seiring maraknya penolakan presiden tiga periode, belakangan juga berkembang wacana amandemen UUD 1945.
“Publik harus awas isu ini, jangan sampai berkembang dan ketika masih baru atau test the water, kita langsung kasih counter-nya,” katanya
Oleh sebab itulah, Mardani mengaku selalu melawan ide jabatan tiga periode tersebut, demi demokrasi.
“Ide tiga periode adalah ide yang zalim. Kalau publik tidak menentangnya karena kita lemah dan kita bodoh maka kita juga kena dosa zalimnya,” tegasnya.
Menurut anggota Komisi II DPR itu, publik harus selalu terlibat dan publik harus selalu cerdas dalam membaca situasi dan kondisi bangsa.
Atas dasar itu pula, ia mengajak semua pihak untuk tetap melakukan pengawasan terhadap jalannya sebuah pemerintahan.
“Ayok sama-sama jangan lemah dan jangan bodoh, kita kawal pemerintah, termasuk oposisi juga harus dikawal. Sehingga semuanya betul-betul bekerja buat rakyat,” tegas Mardani Ali Sera.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
