Masuk

Tekan dan Cegah Penularan PMK, Pemkab Jeneponto Keluarkan Surat Edaran, Sekda Harap Ini

Komentar

Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan keluarkan surat edaran tentang pengendalian lalulintas dan produk hewan rentan PMK dan langsung disosialisasikan kepada semua stakeholder.

Dengan adanya surat edaran itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto berharap kepada masyarakat, pedagang agar dapat memperoleh pengetahuan serta semua stakeholder berkomitmen menjaga lalulintas hewan rentan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Harapan itu diungkapkan  Sekda Jeneponto, Arifin Nur saat membuka kegiatan sosialisasi Surat Edaran (SE)  nomor 6 di aula pasar Hewan Tolo, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa,  27 September 2022.

Baca Juga: Pemkab Jeneponto Kerjasama Baznas Serta UIN dalam Pengelolaan Zakat dan Pendidikan

Dalam kegiatan itu Arifin Nur menekankan masyarakat dapat berkontribusi sebagai pengawas terhadap lalulintas hewan yang masuk ke wilayah Jeneponto.

“Kami mengajak kepada pedagang hewan untuk senantiasa bersinergi dengan Pemerintah, khususnya Satgas PMK dalam melaporkan setiap hewan yang rentan terhadap PMK,” harap Arifin Nur.

Ia juga menegaskan pentingnya untuk memahami gejala klinis hewan rentan PMK  agar dapat mendeteksi secara dini penyakit  tersebut.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas SDM, Asosiasi BPD Jeneponto Gelar Bimtek, Bupati Tegaskan Ini

“Melalui sosialisasi  SE PMK nomor 6 tahun 2022 tentang pengendalian lalulintas hewan Rmrentan PMK dan produk hewan rentan PMK peserta dapat pendalaman untuk mencegah PMK di Jeneponto.

“Peserta sosialisasi harus mengikuti kegiatan dengan baik dan berinteraksi dengan narasumber agar lebih memahami isi surat edaran tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jeneponto, Bahtiar menyampaikan saat ini dengan kolaborasi seluruh tim satgas, secara perlahan dapat menurunkan tingkat penularan PMK di Jeneponto.

“Beberapa bulan yang lalu PMK Jeneponto menghampiri ribuan ekor hewan, Alhamdulillah saat ini tinggal ratusan dengan tingkat kesembuhan yang cukup baik,” ungkap Bahtiar.