Temukan Alat Tes Covid-19 Tak Sesuai Rekomendasi WHO, ICW Minta KPK Usut Dugaan Korupsi BNPB

Terkini.id – Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan ada merek alat tes Covid-19 yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak sesuai dengan rekomendasi dari badan kesehatan dunia atau WHO.

ICW pun lantas meminta KPK untuk mengusut adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat kesehatan oleh BNPB dengan perusahaan penyedia.

Dalam penelusurannya, ICW membandingkan dokumen pengadaan barang BNPB dengan dokumen The International Medical Device Regulators Forum dari WHO.

Baca Juga: Tekan Angka Korupsi, YASMIB Sulawesi dan ICW Gelar Pelatihan Penggunaan...

Mengutip suaracom jaringan terkini.id, ICW menganalisa jika BNPB ini tidak menyertakan surat rekomendasi WHO di dalam surat pemesanan ke sejumlah perusahaan.

“Analisis kami bahwa BNPB ini saat melakukan surat pesanan kepada penyedia tdiak disertakan rekomendasi, terdapat barang yang belum direkomendasikan oleh WHO,”beber Peneliti ICW Dewi Anggraeni.

Baca Juga: Satgas Raika Makassar Swab PCR Tamu Undangan Selebgram Sartika Diman,...

“Jadi pengadaan-pengadaan dengan merek-merek tertentu yang diadakan oleh BNPB tidak sesuai dengan rekomendasi WHO,” lanjut Peneliti ICW ini dalam diskusi daring bertajuk Kajian Tata Kelola Distribusi Alat Kesehatan Dalam Kondisi Covid-19, Kamis 18 Maret 2021 kemarin.

Meski demikian, Dewi tidak menyebut merek alat tes Covid-19 mana yang tidak sesuai dari rekomendasi WHO.

Secara luas, Dewi menerangkan kalau BNPB membeli alat tes Covid-19 berupa alat reagen dari tujuh perusahaan penyedia untuk menggalakan penanganan pandemi melalui tracing, testing dan treatment (3T). 

Baca Juga: Satgas Raika Makassar Swab PCR Tamu Undangan Selebgram Sartika Diman,...

Nilai kontrak antara BNPB dengan pihak penyedia dengan 22 paket mencapai Rp 549 miliar.

Sementara PT SIP menyediakan 3 paket alat tes reagen merek Liferiver dengan jumlah barang 559.020 unit. Nilai kontraknya mencapai Rp199,9 miliar.

1 2
Selanjutnya
Bagikan