Terkini.id, Jakarta – Mayat yang bergeletakan di sepanjang jalan Bucha, Ukraina menjadi berita yang menggegerkan dunia. Pasalnya karena potongan mayat tersebut seluruh jagad raya mengecam Rusia sebagai pelaku pembunuhan massal.
Berbagai pengamat dan media barat ramai-ramai membeberkan bukti foto satelit yang menunjukkan mayat yang bergeletakan di sepanjang kota Bucha.
Namun terdapat pendapat yang berbeda dari politisi Inggris yang diwakili oleh Nick Griffin. Ia menyatakan rasa kecurigaannya pada Ukraina. Oleh karena itu, ia pun mendesak agar Ukraina segera merilis video cctv atas kejadian tersebut.
Terdapat berbagai macam keanehan dalam video yang menggambarkan kondisi kota Bucha yang dipenuhi dengan tubuh manusia yang sudah tidak bernyawa.
Kemudian Nick Griffin juga menanyakan hal tersebut kepada Wali Kota Bucha, Anatoly Fedoruk mengenai apakah pada saat itu pasukan Rusia ada di tempat.
- Jurnalis AS Tucker Sebut Putin Terluka dan Marah Oleh Penolakan Barat
- Putin Sebut Xi Jinping Sebagai Sahabat Terkasih dan Berharap Berkunjung ke Moskow
- Putin Ungkap Tidak Akan Menyerah Pada Upaya Barat Gunakan Ukraina Untuk Hancurkan Rusia
- Volodymyr Zelensky Nyatakan Terus Lawan Rusia Sampai Menang
- Rusia Tolak Mentah 10 Poin Usulan Perdamaian Zelensky
Anatoliy Fedoruk langsung mengkonfirmasi bahwa pada saat itu memang tidak ada tentara Rusia di wilayah kota Bucha.
Keanehan lain muncul dari tanda ban yang memiliki gambaran yang berbeda dengan apa yang disiarkan oleh media Amerika.
“Ini cocok dengan detail ban lengan putih pada begitu banyak mayat di jalan dan ditemukan terikat dan disiksa di ruang bawah tanah,” kata Griffin yang dilansir halaman pikiranrakyat.com, Selasa 5 Februari 2022.
Lanjut Nick menambahkan bahwa korban mayat tersebut seperti korban yang pernah diikat dan disiksa di ruang bawah tanah bukan korban pembunuhan massal akibat peperangan.
Ia menduga pelaku sebenarnya dari kekacauan ini adalah pasukan militer Ukraina sendiri.
“Semuanya mengarah pada pelaku sebenarnya dari kejahatan perang yang mengerikan ini sebagai pasukan Ukraina,” tegas Nick Griffin yang merupakan anggota Parlemen Eropa 2009-2014.
Ukraina harus dapat membuktikan bahwa Rusia adalah pelaku dari kekejaman ini. Jika tidak maka kalau dilihat dari bukti yang ada di lapangan. Ukraina sendirilah yang menjadi pelaku kejahatan perang yang mengerikan ini.
Dalam video yang sedang beredar di publik, terdapat kejanggalan mengenai kondisi tubuh dari mayat di kota Bucha tersebut.
Kondisi tubuh mayat yang terdapat di video tersebut tampak segar seperti orang yang baru saja meninggal. Padahal Ukraina mengklaim sudah empat hari mayat tersebut bergeletakan di sepanjang jalan kota Bucha.
Seharusnya jika badan manusia telah menjadi mayat dan bergeletakan di jalan selama empat hari maka binatang pemakan daging atau lalat akan mengerubungi tubuh tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa selama militer Rusia menduduki kota Bucha koridor kemanusiaan masih terbuka.
Pasukan militer Rusia juga mengirimkan 452 ton bantuan kemanusiaan kepada warga wilayah Kyiv, termasuk kota Bucha.
Kementerian Pertahanan Rusia juga membeberkan pada saat militer Rusia sedang melakukan kegiatan kemanusiaan, pasukan Ukraina tidak berhenti untuk melakukan penembakan sepanjang selatan kota Bucha.
Sebelumnya diketahui pada Sabtu 2 April 2022 pasukan militer Rusia mengundurkan diri dari kota Bucha. Dan sekarang Kota Bucha kembali menjadi milik Ukraina.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
