Makassar Terkini
Masuk

Terkait Banjir Rob di Sunda Kelapa, Chusnul: Yang Tangani Pusat, yang Dapat Penghargaan DKI, Dasar Bungul

Terkini.id, JakartaChusnul Chotimah pegiat media sosial menanggapi berita dimana memberitakan penanganan banjir rob di Sunda Kelapa yang ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pimpinan Basuki Hadimuljono.

Chusnul mengkritik Pemda DKI Jakarta dengan menuliskan di akun media sosialnya bahwa yang tangani Pemerintah Pusat, yang dapat penghargaan DKI, dasar bungul.

Hal ini ia sampaikan di akun Twitternya @ChusnulCh_ sebagaimana terlihat pada hari ini Jumat, 10 Juni 2022. 

Chusnul juga memposting link berita dari media Kompas.com dengan judul berita ‘Tangani Banjir Rob di Sunda Kelapa, Basuki: Harusnya Tugas DKI’

“Yg tangani pusat, yg dapat penghargaan DKI. Dasar bungul.(emoticon),” tulis Chusnul Chotimah.

“Tangani Banjir Rob di Sunda Kelapa, Basuki: Harusnya Tugas DKI.” sambungnya.

Dilansir dari Kompas.com dengan judul berita ‘Tangani Banjir Rob di Sunda Kelapa, Basuki: Harusnya Tugas DKI’ link berita yang diposting Chusnul Chotimah,

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan tidak tebang pilih wilayah apabila berkaitan penanganan bencana alam.

Hal itu diungkapkannya dalam Rapat Kerja antara Kementerian PUPR dengan Komisi V DPR RI pada Kamis (09/06/2022).

“Kalau bencana alam memang saya sidah tidak lihat lagi provinsi atau kabupaten, seperti rob di Sunda Kelapa, itu harusnya tugas DKI (Jakarta), tapi saya tangani itu,” ujar Basuki dikutip dari siaran Youtube Komisi V DPR RI.

Sebab, DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Indonesia. Sehingga pihak terkait pun harus ikut turun tangan, termasuk Kementerian PUPR.
“Karena itu (DKI Jakarta) Ibu Kota Negara jadi semua bertanggung jawab,” tandasnya.

Sikap yang sama juga akan diambil Basuki ketika disinggung soal bencana banjir di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, yang terjadi akhir-akhir ini.

“Untuk Sangatta akan kami tangani banjirnya karena ini sudah menyangkut bencana alam. Jadi ini (banjir di Sangatta) juga sama saja (dengan di Sunda Kelapa),” pungkas Basuki.

Untuk diketahui, soal penanangan daruat banjir rob di Sunda Kelapa telah dilakukan Kementerian PUPR.

Sebagaimana melansir informasi dari situs resmi Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) pada 12 Mei 2022 lalu.

Penangannya dengan menggunakan geobox sebagai tanggul untuk mencegah terulangnya banjir yang meluap dari air laut yang pasang.

Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Heri Mulyono menyampaikan, saat ini di Pelabuhan Sunda Kelapa sudah melakukan pemasangan geobox dilokasi yang rawan limpas.

Sebagai tanggul darurat dengan panjang penanganan kurang lebih 1.139 meter dengan dimensi panjang 6 meter, lebar bervariasi yaitu 1,50 meter, 1,70 meter dan 2 meter.

Hal itu menyesuaikan elevasi yang ditentukan dan dilakukan juga pengangkatan lumpur di saluran drainase.

Kepala Satuan Kerja O&P SDA BBWS Ciliwung Cisadane Leonard Lederik Elwarin menambahkan, metode pelaksanaan pekerjaan pembuatan geobox dimulai dari proses mengukur dan pembuatan pola geotextile.

Lalu, penjahitan geotextile, pembuatan bekisting, pemasangan geotextile ke dalam bekisting, pengisian tanah dengan tanah.

Kemudian perataan dan pemadatan tanah didalam geobox dan penjahitan geotextilesebagai penutup geobox kemudian membongkar bekisting.

Proses pembuatan goebox dibantu menggunakan peralatan yaitu excavator, genset, mobil lighting, dump truck, mesin jahit, serta stamper mesin.