Terkini.id, Jakarta- Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merevisi besaran kenaikan UMP DKI 2022 pada Sabtu, 18 Desember 2021 lalu.
Hal tersebut bertujuan untuk meringankan beban buruh selama pandemi. Selain itu, Anies juga berharap bahwa kenaikan tersebut juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
“Yang lebih penting adalah melalui kenaikan UMP yang layak ini, kami berharap daya beli masyarakat atau pekerja tidak turun,” ungkap Anies.
Selanjutnya, Anies Baswedan menjelaskan bahwa revisi tersebut dilakukan berdasarkan kajian Bank Indonesia (BI) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 4,7 persen sampai dengan 5,5 persen di tahun depan.
Terkait hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria juga angkat suara mengenai revisi kenaikan besaran upah minimum provinsi (UMP) 2022 DKI versi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
- Soroti Citayam Fashion Week, Riza Patria: Lindungi Anak-anak dari Promosi LGBT
- Riza Patria Akan Edukasi Pria Lenggak Lenggok, Warganet: Ada 2 Kepala Daerah Ikut Melenggang
- Riza Patria Khawatir ABG Pria Kemayu Lenggak Lenggok di Citayam Fashion Week Dukuh Atas
- Wagub DKI Soroti Citayam Fashion Week: Kalau Tiap Malam Fashion Show, Belajarnya Kapan?
- Prihatin terhadap Nasib Karyawan Holywings, Warganet : Beri Saja Mereka Pesangon
Dia menilai kebijakan revisi upah itu untuk kepentingan masyarakat, khususnya kaum buruh, dikutip dari CNN Indonesia.
Melansir dari Antara, pada Minggu, 19 Desember 2021, Riza Patria mengatakan “Tentu yang paling utama adalah kepentingan masyarakat. Jadi, mohon semuanya bisa memahami,” ujarnya.
Menurut Wagub DKI tersebut, keputusan menaikkan besaran UMP tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah dampak pandemi covid-19 terhadap buruh.
Riza juga mengatakan bahwa beliau memahami bila putusan yang telah diambil oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tentu tidak akan menyenangkan semua pihak.
“Memang, tidak ada kepentingan yang tentu saja memuaskan 100 persen semuanya, tapi ini keputusan yang diambil untuk kepentingan yang lebih banyak lagi,” tutur Riza.
Riza berharap, dengan kenaikan UMP DKI 2022 sebesar 5,1 persen menjadi Rp4.641.854 dari yang sebelumnya hanya 0,85 persen atau sebesar Rp4.453.935, mampu meringankan beban buruh selama pandemi, dilansir dari CNN Indonesia.
Berdasarkan kajian Institute For Development of Economics and Finance (Indef), memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 4,3 persen.
Selain itu, inflasi juga diproyeksikan terkendali sebesar 3 persen atau berada pada rentang 2 hingga 4 persen.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
