Terkini, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menjadi sorotan setelah kasus kekerasan seksual yang melibatkan Firman Saleh (FS), dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB), terungkap dugaan lima korban baru yang beberapa di antaranya memberikan kesaksian.
FS sebelumnya telah dijatuhi sanksi administratif oleh pihak kampus, tetapi laporan baru menunjukkan bahwa skala tindakannya lebih besar dari yang diperkirakan.
Dari lima korban tersebut, satu di antaranya telah meninggal dunia.
Fakta-fakta ini semakin memperkuat desakan agar kasus ini tidak hanya ditangani secara administratif, tetapi juga melalui jalur hukum.
Kesaksian Korban: Manipulasi dan Teror
- Stok BBM Aman, Pertamina Ajak Stakeholder Bersama Atasi Antrean di SPBU
- Makassar Gandeng Gowa dan Maros Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
- Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UNM Buka PMB 2026, Tawarkan Prospek Kerja Luas
- Kadisdikbud Resmi Buka Perkemahan Satu Hari Pramuka Prasiaga TK Pembina Jeneponto
- RCC Makassar Gelar Halal Bihalal dengan Gowes Santai Keliling Kota
1. Bunga (nama samaran): Mahasiswa Universitas Negeri di Jawa Barat
Bunga, seorang mahasiswi dari Universitas Negeri di Jawa Barat yang mengikuti program Pertukaran Pelajar Kampus Merdeka Unhas mengaku mengalami teror dari FS.
Ia bercerita bahwa FS sering menghubunginya melalui telepon dan meminta untuk datang ke ruangannya. Merasa tidak nyaman, ia lantas memblokir nomor FS dan menceritakan insiden tersebut kepada temannya.
Lantaran kesal, Bunga meminta kakaknya untuk mengonfrontasi FS melalui pesan singkat. FS berkilah bahwa ia hanya ingin mengajak Bunga berbuka puasa bersama.
Namun, Bunga tetap merasa diteror hingga memilih menghindari FS di kampus. Bunga juga mengungkapkan bahwa dua temannya yang mengambil mata kuliah yang sama turut dihubungi oleh FS satu per satu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
