Tetapkan 5 Tersangka, Tipikor Polda Sulsel Berhasil Bongkar Kasus Kredit Bodong

Terkini.id, Makassar – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) melalui Subdit Tindak Pidana Korupsi (Subdit Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) menetapkan lima orang tersangka kredit bodong di Kota Makassar.

Penetapan tersangka itu diumumkan Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fedri didampingi Kasubdit Tipidkor Kompol Fadli, Kamis, 26 Agustus 2021 di Mapolda Sulsel Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar.

“Ada lima tersangka yang kita tetapkan inisial SN sebagai pimpinan PT Pegadaian, UA sebagai penaksir PT Pegadaian Parantambung tahun 2019, H salesnya, kemudian MS sebagai swasta (pencari nasabah), dan Y swasta juga,” kata Kombes Pol Widoni Fedri seperti dikutip dari Tribuntimur.

Baca Juga: Gedung Baru Detasemen Gegana Sat Brimobda Sulsel Dilengkapi Prasarana Terbaik

Kombes Pol Widoni mengungkapkan, awal mula kasus itu mencuat setelah ditemukan adanya tunggakan pembayaran dari sejumlah debitur. Tunggakan pembayaran itu pun dilaporkan ke Direktorat Kriminal Umum (Ditrkrimum) Polda Sulsel terkait kasus fidusia.

Namun karena menyangkut Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Subdit Tipidkor turut melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan itu, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 4.333.000.000 atau 4,3 milliar berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga: Kawal Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Polrestabes Makassar Jaga Titik-Titik Rawan

“Tipikornya terkait dokumen dari pada jaminan kendaraan, berupa BPKB yang dipalsukan untuk jaminan kendaraan sehingga keluar pencairan dananya,” ujar Kombes Pol Widoni.

Kelima orang yang ditetapkan tersangka itu lantaran dianggap tidak melakukan pemeriksaan atau kroscek terhadap kendaraan yang dijaminkan.

Total kendaraan yang dijaminkan berupa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) bodong alias fiktif mencapai 19 unit. 19 BPKB bodong itu dijaminkan secara bertahap atau berangsur tanpa kroscek atau verivikasi yang jelas.

Baca Juga: Kawal Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Polrestabes Makassar Jaga Titik-Titik Rawan

“Jadi datanya memang dipalsukan utamanya yang BPKB ini, nah seharusnya pihak pegadaian ini harus crosscek ke Samsat Ditlantas, apakah ini benar barangnya atau bagaimana,” ujar Kombes Pol Widoni.

“Tapi pihak pegadaian tidak melakukan itu. Sementara dari pihak pegadaian sendiri mengetahui barang itu palsu, malah mengeluarkan dana dengan jaminan dokumen palsu, nah ini jadi masalah, tahu tapi dipaksakan,” sambungnya.

Kasus kredit bodong itu dimulai pada tahun 2019 dan dilaporkan pada September 2020.
Lebih rinci Kasubdit Tipidkor Kompol Fadli mengatakan, modus operandi dari kejahatan kredit itu adalah dengan mengajukan permohonan kredit cepat aman bermodalkan kartu identitas nasabah.

“Jadi ceritanya ini, ada pengajuan permohonan kredit cepat aman terkait dengan memberikan identitas nasabah dari orang-orang yang dipinjam KTPnya, serta mengajukan barang jaminan berupa kendaraan roda empat dengan bukti pemilikan BPKB dipalsukan. Jadi inti modusnya itu,” jelas Kompol Fadli.

Pelaku utama atau penjamin dari 19 BPKB bodong itu masih dalam pengejaran Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel, kata Kompol Fadli.

Akibat perbuatannya, ke lima tersangka dijerat pasal berlapis UU Tipikor Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

Bagikan