Terkini.id, Kabul – Tewaskan 60 milisi Taliban, pasukan Afghanistan: selama masih hidup, kami tak terima aturan Taliban! Sediqullah Shuja, 28 tahun, mantan tentara Afghanistan yang ambil bagian dalam pemberontakan Jumat 20 Agustus 2021, seperti dilaporkan Washington Post pada hari yang sama, mengatakan masih akan terus berjuang memerangi Taliban yang kini menguasai Afghanistan.
“Kami telah memicu sesuatu yang bersejarah di Afghanistan. Kendati milisi Taliban memiliki kendaraan lapis baja, tetapi orang-orang melemparkan batu ke arah milisi Taliban dan berhasil mengusir mereka,” ungkap Sediqullah Shuja.
Ia juga menegaskan, “Selama kami masih hidup, kami tidak terima aturan Taliban!”
Saat dikonfirmasi wartawan terkait pertempuran yang menewaskan anggotanya, Jumat 20 Agustus 2021, pejabat Taliban tidak meresponsnya.
“Mereka juga tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar terkait peristiwa di Baghlan. Tetapi sebuah kicauan Twitter dari akun pro Taliban mengklaim bentrokan itu menewaskan 15 anggota Taliban dan melukai 15 lainnya, dan mengatakan Taliban dikhianati setelah menawarkan amnesti kepada penduduk setempat,” demikian laporan The Washington Post via tempo.co, Sabtu 21 Agustus 2021.
- Taliban Desak Warga Afghanistan Ngungsi dan Tidak Ikut Campur Aksi Protes
- Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem
- Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan
- Pengakuan Warga Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban: Ramadhan Paling Buruk, Kami Kelaparan! Ibadah Tidak Damai ...
- Anies Baswedan Pamer JPOS, Netizen: Dia Munafik Taliban, Sampe Kiamat Gak Bakal Jadi Presiden!
Sementara itu, Tajuden Soroush, koresponden senior untuk Iran International, sebuah stasiun TV Persia yang berbasis di London, Inggris, juga menulis di Twitter tentang peristiwa di Provinsi Baghlan pada Jumat, mengutip mantan pejabat pemerintah Afghanistan.
Dalam laporannya, ia mengungkapkan jika milisi Mujahidin di Afghanistan telah merebut kembali tiga daerah di provinsi Baghlan negara itu dari Taliban, ketika penduduk setempat melawan pendudukan Taliban baru-baru ini.
“Seorang mantan pejabat pemerintah Afghanistan memberi tahu saya, pasukan perlawanan lokal di Provinsi Baghlan telah merebut kembali distrik Banu dan Pol-e-Hesar dari Taliban. Mereka maju menuju distrik Deh Salah. Sekitar 60 milisi Taliban tewas atau terluka,” cuit Soroush.
Ia menambahkan, “Distrik De Salah juga jatuh ke tangan pasukan perlawanan lokal.”
Kendati demikian, ada beberapa disinformasi di media sosial tentang daerah mana yang telah direbut, dan apakah pertempuran masih berlangsung.
Laporan yang saling bertentangan menunjukkan, Banu dan Deh-e-Salah belum direbut saat berita ini ditulis, sementara situasi di lapangan tampak tidak stabil.
Laporan juga menyatakan, distrik Andarab Baghlan adalah target selanjutnya dari para pasukan perlawanan anti Taliban, dengan beberapa laporan mengklaim Andarab telah direbut kembali.
Namun, ada laporan yang menyebut Pul-e-Hesar telah direbut kembali dari Taliban setelah terjadi pertempuran sengit di Deh-e-Salah dan Banu.
India Today mewartakan, distrik Pul-e-Hesar yang dilaporkan direbut kembali pasukan perlawanan Afghanistan pada Jumat, terletak di utara Kabul dan dekat dengan Lembah Panjshir.
Lembah Panjshir adalah lokasi pasukan anti Taliban mendeklarasikan perlawanan terhadap Taliban.
Taliban merebut ibu kota dan kota terbesar di Provinsi Baghlan, Pul-e-Khumri pada 10 Agustus 2021 sebagai bagian dari serangan kilat Taliban di seluruh Afghanistan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
